Wapres Akui Ada Kartel Gula

Wapres Akui Ada Kartel Gula

- detikFinance
Jumat, 03 Feb 2006 14:49 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla mengakui adanya kartel gula seperti yang disampaikan anggota Komisi VI DPR RI. Menurut Wapres, kartel gula terjadi karena jumlah pengusahanya tidak banyak."Bahwa ada kartel, pengusahanya tidak banyak, memang itu tipikal dari pada gula sejak dulu. Bahwa suplainya hanya tertentu dari pabrik dan importir, maka perdaganganya juga menjadi tertentu. Yang tadi kita sebut seperti oligopoli itu. Oligopoli yang anda artikan sebagai kartel," urai Wapres.Untuk melawan kartel gula tersebut, maka kran impor harus segera dibuka. "pemerintah sudah minta mempercepat impornya. Karena untuk turunkan harganya, memang suplai yang harus diperbesar. Itu saja," tegas Wapres usai Salat Jumat di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/2/2006).Wapres menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan harga gula terus naik. Pertama, harga internasionalnya naik. Kedua, tata niaga gula menyebabkan tidak mudah kita intervensi pasar apabila terjadi kekurangan."Karena itu kita batasi dengan sengaja agar harga gula dalam negeri dalam batasan yang disetujui semuanya. Yaitu paling tinggi Rp 5.500 per kilo," ujarnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads