Siasat Biar Resolusi Nikah Goal Tahun Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 03 Jan 2021 21:45 WIB
Ilustrasi nikah siri
Foto: Istock
Jakarta -

Mungkin di antara detikers ada yang memiliki resolusi menikah tahun ini. Mumpung masih awal tahun, yuk persiapkan kebutuhan uangnya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan, uang yang disisih untuk tabungan kebutuhan pernikahan maksimal 50% dari gaji. Sisa dari gaji tidak boleh diganggu gugat karena diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi kerja dan makan sehari-hari.

"50% itu sudah maksimal, karena mereka yang ingin nikah selain nabung untuk nikah juga harus menyiapkan transport kerja, makan sehari-hari. Jangan sampai demi bela-belain nikah, makan dikurangi terus nanti pas nikah jadi sakit tipes," ucapnya saat dihubungi detikcom, Minggu (3/1/2021).

Tabungan 50% dari gaji itu juga berlaku untuk pasangan detikers. Jika memang pasangan itu sepakat untuk memenuhi kebutuhan keperluan nikah bersama.

Lalu tentukan model pesta atau resepsi yang diinginkan. Mulai dari tempat resepsi, catering hingga keperluan lainnya seperti foto pre wedding, acara lamaran dan souvenir. Andy menyarankan agar lebih realistis untuk memutuskannya.

Kemudian hitung jumlah tabungan yang kira-kira bisa dicapai di saat hari pernikahan. Jika tabungan itu tidak mencukupi dari jumlah kebutuhan resepsi, Anda menyarankan untuk menurunkan kualitas dari resepsi pernikahan yang diinginkan.

"Misalnya dia 50% dari gajinya adalah 5 juta. Kemudian misalnya dia hanya mampu menabung 10 bulan saja, artinya baru Rp 50 juta, sementara kebutuhan resepsi yang diinginkan Rp 100 juta, ya lebih baik downgrade. Misalnya nggak perlu di gedung," tuturnya.

Jika tetap ingin melangsungkan pesta sesuai impiannya, Andy menyarankan untuk mencari pemasukan tambahan. Misalnya menjalankan usaha sampingan.

Namun Andy menegaskan jangan sampai memenuhi kebutuhan pernikahan dengan berutang. Utang memang bisa menjadi jalan pintas, namun harus disadari bahkan kebutuhan setelah menikah merupakan hal yang lebih penting ketimbang pesta pernikahan.

"PR-nya lebih banyak di pasca menikah. Jangan sampai nikahnya si meriah tapi setelah itu mereka harus hidup berhemat karena harus melunasi utang itu," ucapnya.

Andy mengingatkan sederet kebutuhan besar yang harus dipenuhi setelah meningkah. Misalnya mempersiapkan tempat tinggal seperti sewa atau membeli rumah, membeli perabot rumah tangga hingga kebutuhan dana untuk biaya persalinan.

"Lebih besar pengeluaran itu setelah nikah. Jadi daripada uangnya dihabiskan untuk resepsi lebih baik dihabiskan untuk keperluan setelah resepsi," tutupnya.

(das/dna)