10 Komoditas yang Sebabkan Inflasi 2020 1,68%, Apa Saja?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 11:42 WIB
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada inflasi sebesar 1,68% sepanjang 2020. Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan ada sejumlah hal yang membuat terjadinya inflasi di tengah pandemi virus Corona ini.

"Kalau dilihat perkembangan inflasi inti dari Januari-Desember ini menunjukkan peningkatan dari bulan Oktober sampai Desember. Pada Oktober 0,04%, Desember 0,05%" kata Setianto di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Kalau dilihat tingkat inflasi inti yoy (year on year) menunjukkan bahwa terjadi penurunan sejak bulan Agustus bahkan Juli sebesar 2,07% di Desember 1,60%" sambungnya.

Lebih lanjut Setianto memaparkan penyebab inflasi 2020 ini terdiri dari adanya harga-harga yang bergejolak sebesar 3,65% dan adanya harga yang diatur pemerintah sebesar 0,25%.

"Menurut komponen bahan makanan berikan andil tertinggi 0,62% dari inflasi tahunan. Inflasinya 3,48%. Komponen energi -0,08% dan inflasinya -0,90%" tuturnya.

Kalau dilihat 10 komoditas terbesar terkait andil inflasi nasional 2020:

  1. Emas perhiasan kondisi satu tahun 0,26%
  2. Cabai merah 0,16%
  3. Minyak goreng 0,10%
  4. Rokok kretek filter 0,09%
  5. Rokok kretek putih 0,09%
  6. Daging ayam ras 0,05%
  7. Telur ayam ras 0,04%
  8. Ikan segar 0,04%
  9. Nasi dengan lauk 0,04%
  10. Uang kuliah akademis perguruan tinggi 0,04%
(fdl/fdl)