Harga Kedelai mahal, Tahu dan Tempe Alami Inflasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 15:27 WIB
Para perajin tahu beraktivitas di pabrik pembuatan tahu yang berada di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa, (28/1/2020). Permintaan makanan olahan tersebut terus menggembirakan meski masih tergantung suplai bahan baku kedelai.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Harga kedelai tercatat terus naik sejak akhir 2020 lalu. Dari data Pusat Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta harga kedelai tercatat Rp 9.500 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga normal Rp 7.500 per kilogram.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan harga atau inflasi pada dua kelompok makanan yang berbahan dasar kedelai.

Misalnya tempe mengalami inflasi 0,06% dan tahu 0,05%. "Untuk tahu mentah mengalami inflasi sebesar 0,06% kemudian tempe 0,05%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers, Senin (4/1/2021).

Setianto mengungkapkan angka inflasi karena kedelai ini tidak signifikan dan mempengaruhi inflasi secara umum. "Kedua komoditas tersebut memberikan andil yang sangat kecil terhadap inflasi nasional," jelas dia.

Sebelumnya Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin dalam surat edarannya menyampaikan jika aksi ini dilakukan untuk menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada harga jual produksi tempe dan tahu.

"Sejalan dengan hal tersebut, dengan ini kami pengurus GAKOPTINDO mendukung langkah dan upaya yang dilakukan PUSKOPTI DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melakukan mogok produksi, dengan tujuan agar kenaikan harga tempe dan tahu bisa kompak (terhadap kedelai)," ujar Aip.

(kil/fdl)