Tahun 2020 Inflasi 1,68%, Daya Beli Mulai Membaik?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 13:12 WIB
Logo Badan Pusat Statistik (BPS) di lobi Gedung 1 lantai 3, BPS Pusat, Jl Dr. Sutomo, Jakarta
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi sepanjang 2020 sebesar 1,68% dan inflasi Desember 2020 0,45%. Angka inflasi bulanan tercatat meningkat dibandingkan periode bulan-bulan sebelumnya. Dengan adanya angka inflasi ini apakah daya beli masyarakat mulai membaik?

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengungkapkan inflasi inti pada Desember ini tercatat positif. "Kalau dilihat inflasi inti digunakan sebagai indikator masih tercatat positif di Desember 2020, meskipun inflasi inti trennya menurun beberapa bulan terakhir," kata dia dalam konferensi pers virtual, Senin (4/1/2021).

Dia mengungkapkan untuk menentukan daya beli masyarakat dibutuhkan indikator konsumsi rumah tangga dan permintaan pasar. "Namun secara umum kita bisa berharap bahwa daya beli masyarakat terus membaik di masa yang akan datang," jelasnya.

Dari 90 kota IHK yang alami inflasi tertinggi adalah Gunung Sitoli 1,87%. Utamanya disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah dengan andil 0,64% dengan andil 0,38%.

"Inflasi terendah di Tanjung Silor 0,05%" jelas Setianto.

Ada beberapa kota IHK yang mengalami deflasi yang tertinggi Luwuk -0,26%. Utamanya untuk deflasi di Luwuk ini andil dari cabai merah 0,1% kemudian angkutan udara 0,09%. Deflasi terendah -0,07%.

Kalau dilihat perkembangan inflasi Januari sampai Desember 2020, inflasi bulanan 2020 meningkat sejak Oktober 0,07% naik jadi 0,28% pada November dan Desember 0,45%.

(kil/fdl)