Tahu-Tempe Eksis Lagi, tapi Harga Naik!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 06:00 WIB
Harga kacang kedelai mengalami kenaikan dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per kilogram. Kenaikan dirasakan para perajin tempe sejak satu bulan terakhir.
Foto: Pradita Utama

Kenaikan harga tahu dan tempe membuat para pedagang di pasar tak berani membawa stok terlalu banyak. Seperti Slamet misalnya.

"Sudah habis. Saya biasanya bawa itu 100 potong masing-masing tahu dan tempe. Tapi tadi saya bawa separuhnya. Saya pikir nggak laku banyak karena harga naik di saat daya beli masyarakat lagi nggak kuat. Tapi ternyata langsung habis," kata Slamet.

Senada, Toradi mengaku sekitar pukul 8 pagi ini dagangannya sudah habis terjual karena tak berani membawa stok banyak.

"Nggak bisa bawa stok banyak baru-baru ini. Kan habis libur panjang, takutnya nggak laku. Sudah begitu kan harga mahal, takutnya kita yang rugi," urai Toradi.

Toradi mengungkapkan, hanya ada empat pedagang tahu dan tempe di Pasar Gondangdia. Semuanya kehabisan stok karena habis terjual.

Menghilangnya tahu-tempe dari pasaran selama 3 hari kemarin membuat para pedagang, terutama tukang gorengan tqk bisa menjual tahu-tempe. Namun, dengan kembalinya tahu-tempe di pasaran, para tukang gorengan sudah menjualnya lagi. Seperti Sutara, tukang gorengan di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Sudah jual lagi. Tadi pagi belanja ada di pasar. Tapi ini baru mau digoreng," kata Sutara ketika ditemui detikcom.

Sutara mengatakan, harga tahu dan tempe naik di pasar. Meski begitu, ia tak menaikkan harga jualnya. Otomatis, keuntungannya menipis.

"Tadi belanja harga di pasar sudah naik, dari Rp 5.000 jadi Rp 6.000 per potong. Tapi saya jual tahu dan tempe tetap Rp 1.000 per potong. Takut orang nggak mau beli kalau dinaikkan. Jadi ya Rp 1.000 saja," tutur Sutar

Tak hanya Sutara, seorang tukang gorengan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang bernama Aditya Hafid juga tak menaikkan harga jual gorengannya meski tahu dan tempe naik.

"Kalau saya jual itu sudah lama Rp 5.000 dapat 4 potong. Yang penting mah lancar dagangan saya. Nggak usah untung banyak-banyak," kata Aditya.

Halaman

(fdl/fdl)