Tahu-Tempe Eksis Lagi, tapi Harga Naik!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 06:00 WIB
Harga kacang kedelai mengalami kenaikan dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per kilogram. Kenaikan dirasakan para perajin tempe sejak satu bulan terakhir.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tahu dan tempe sempat menghilang dari pasaran selama 3 hari, yakni pada 1-3 Januari 2021. Hilangnya tahu-tempe disebabkan oleh aksi mogok produsen/perajin yang menginginkan harga naik. Keinginan itu datang karena harga kedelai memang melonjak drastis.

Setelah 3 hari mogok produksi, para perajin tahu dan tempe sepakat mulai produksi dan menjual lagi ke pasaran pada Senin, (4/1) kemarin. Namun, syaratnya harga tahu dan tempe di pasar harus naik, menyesuaikan kenaikan harga kedelai.

Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, harga tahu dan tempe naik Rp 1.000 per potong.

"Ada kenaikan Rp 1.000 per potong," ungkap seorang pedagang tahu dan tempe di Pasar Gondangdia yang bernama Slamet Riadi ketika ditemui detikcom, Senin (4/1/2021).

Slamet menjelaskan, harga tahu yang biasanya Rp 4.000 per potong, naik menjadi Rp 5.000 per potong. Kemudian, tempe yang normalnya Rp 5.000 per potong, naik menjadi Rp 6.000 per potong. Tahu dan tempe sama-sama mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, pedagang lain di Pasar Gondangdia yang bernama Toradi menjual tahu dan tempe dengan harga yang berbeda atau lebih tinggi dibandingkan Slamet.

"Harga tempe biasanya Rp 6.000/potong, naik sekarang jadi Rp 7.000/potong. Karena harga kedelai kan mahal. Kalau tahu sepotong dari Rp 7.000 jadi Rp 8.000," jelas Toradi.

Lanjut halaman berikutnya soal tahu-tempe>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2