Kiat Erick Thohir agar BUMN Tak Sekadar Jago Kandang

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 18:10 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menyiapkan berbagai strategi tersendiri agar BUMN tak sekadar jago kandang dan bisa mendunia. Strategi itu ia singkat dengan sebutan AKHLAK.

"Kita harapkan juga BUMN tidak jadi jago kandang tapi juga mendunia. Kalau kita lihat lihat banyak sekali perusahaan-perusahaan BUMN yang ada dari berbagai negara bisa kelas dunia kenapa kita tidak," ujar Erick dalam acara Bedah Buku Akhlak untuk Negeri secara virtual, Rabu (6/1/2021).

"Kita jadikan ini sebagai akronim AKHLAK dan inilah yang menjadi dasar dari suatu kesuksesan yang dicanangkan BUMN untuk membentuk reputasi yang kita harapkan," sambungnya.

Ia pun merinci apa-apa saja strategi yang disusunnya dalam akronim AKHLAK tersebut. Menurut Erick akronim AKHLAK terdiri dari 6 strategi yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

"Kalau kita lihat, kita coba bedah akhlak sendiri. Amanah yang memang ini artinya kita coba memegang teguh kepercayaan yang diberikan," terangnya.

Lalu untuk Kompeten menurutnya tak kalah penting harus terus dikembangkan.

"Kompeten tidak kalah pentingnya yaitu apa, cakap dan tentu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas karena kita tidak bisa cepat puas kalau kita cukup dengan capability, tapi capability itu adalah sesuatu yang terus dikembangkan," sambungnya.

Harmonis juga penting agar kerja sama bisa terjalin dengan lancar.

"Harmonis tentu menjadi kunci. Keserasian dalam kita bekerja sama saling peduli dan menghargai perbedaan ini adalah menjadi kunci kita juga kita bisa sukses dalam menjalankan keseharian," tuturnya.

Adapun yang paling penting dari seluruh prinsip di atas adalah Loyal.

"Loyal, di mana kita harus berdedikasi dan tentu mengutamakan kepentingan bangsa yang memang sulit menjaga conflict of interest tapi kalau kita balik kepada amanah tadi tentu hal ini ya kita dedikasikan bagaimana kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama bukan tadi konflik daripada kepentingan yang memang tidak mudah," paparnya.

Selanjutnya adalah Adaptif di mana setiap unsur BUMN dituntut harus bisa terus berinovasi dalam kondisi apapun.

"Adaptif adalah terus kita berinovasi apalagi kalau kita lihat dengan COVID-19 ini yang terus kita di challenge untuk berubah tentu inovasi adalah langkah-langkah salah satu yang menjadi kunci daripada kita di BUMN dan terus kita berantusias juga maupun menghadapi perubahan itu," imbuhnya.

Terakhir, kolaboratif. "Yang terakhir tentu Kolaboratif kita harus membangun kerjasama yang sinergis," timpalnya.

Keenam strategi di atas harus bisa dijalankan sebaik mungkin oleh seluruh unsur BUMN. Tujuannya untuk menjaga reputasi BUMN tadi dan menjadikannya berkelas dunia.

"Menjaga reputasi BUMN menjadi hal yang sangat penting karena tentu berkaitan dengan pengelolaan daripada kekayaan negara tersebut dan juga manfaat bagi kemakmuran rakyat dan tentu keadilan yang lebih baik buat kita semua," ucapnya.

(dna/dna)