Selama 2020, Pemerintah Tarik Utang Rp 1.226 Triliun

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 18:20 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi pembiayaan utang tembus dari yang ditargetkan pemerintah dalam APBN tahun anggaran 2020. Pemerintah sudah menarik utang baru sebesar Rp 1226,8 triliun atau 100,5% dari target Rp 1.220,5 triliun.

Jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang tahun 2019, terjadi peningkatan signifikan yaitu 180,4%. Pasalnya, realisasi pembiayaan utang di tahun sebelumnya sebesar Rp 351,9 triliun.

"Pembiayaan utang mencapai Rp 1.226,8 triliun. Ini mencapai 100,5% dari target Perpres 72 Tahun 2020," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers tentang realisasi pelaksanaan APBN tahun anggaran 2020 secara virtual, Rabu (6/1/2021).

Pembiayaan utang ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp 1.777,2 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp 49,7 triliun.

Sementara pembiayaan investasi sebesar Rp 104,7 triliun selama tahun 2020. Realisasi tersebut terdisi untuk investasi kepada BUMN sebesar Rp 31,1 triliun, investasi kepada BLU sebesar Rp 31,3 triliun, dan investasi kepada lembaga/badan sebesar Rp 25,0 triliun.

Total pembiayaan utang juga dilakukan untuk pemberian pinjaman yang realisasinya sebesar Rp 1,5 triliun di tahun 2020. Kewajiban penjaminan sebesar Rp 2,6 triliun, dan pembiayaan lainnya sebesar Rp 70,9 triliun. Dengan demikian, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp 1.190,9 triliun atau naik 196,2% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 402,1 triliun.

(hek/fdl)