Luhut Buka-bukaan Jurus Bangkitkan Pariwisata Dalam Negeri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 12:42 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Pemerintah tengah berupaya mendorong sektor pariwisata yang terpukul karena dampak pandemi COVID-19. Untuk itu, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tujuan program tersebut ialah mendorong rasa bangga atas kegiatan wisata di dalam negeri.

"Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/1/2021).

Dia menambahkan bahwa program ini bisa berjalan dengan baik apabila diikuti dengan pelaksanaan vaksin yang lancar. Untuk itu, program pariwisata juga harus dipersiapkan.

"Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu, pembangunan pada 5 DPSP harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas," imbuh Luhut.

Luhut menuturkan, pandemi Corona menyebabkan tren pergeseran perjalanan wisata ke destinasi luar ruang, aktivitas luar ruang, dan olahraga. Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

"Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," lanjut Menko Luhut.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, penggunaan tagline #DiIndonesiaAja dapat menjadi salah satu trending yang dapat didorong ke depan.

"Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70% turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi," katanya.

Untuk mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong pembayaran digital, bahkan dari hal kecil seperti pembayaran toilet. Pembayaran digital ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan mengurasi resiko berbasis tunai. Pembayaran tersebut bisa dilakukan menggunakan QRIS.

(acd/ara)