Begini Rencana Joe Biden Tekan Jumlah Pengangguran AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 12:58 WIB
President-elect Joe Biden speaks after the Electoral College formally elected him as president, Monday, Dec. 14, 2020, at The Queen theater in Wilmington, Del. (AP Photo/Patrick Semansky)
Joe Biden/Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Jakarta -

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) butuh bantuan untuk pulih setelah sejak Mei 2020 terus mencetak rekor pengangguran. Presiden terpilih AS Joe Biden telah memiliki sejumlah agenda ekonomi yang juga mencakup pemulihan pasar tenaga kerja.

Dikutip dari CNN, Kamis (7/1/2021) dalam agenda ekonominya Biden akan meningkatkan investasi infrastruktur dan energi bersih. Hal itu diyakini bisa menciptakan banyak lapangan kerja dalam jangka panjang.

Biden mengungkap di industri otomotif satu juta pekerjaan bisa tersedia dan lapangan pekerjaan di sektor energi bersih bisa tercipta 10 juta pekerjaan. Jutaan lapangan kerja ini bisa membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi.

Namun, ada masalah jangka pendek bagi pasar tenaga kerja yang disebut akan sulit diselesaikan oleh Biden dan Kongres AS. Ekonomi AS membutuhkan lebih banyak bantuan di luar RUU stimulus yang telah ditandatangani Presiden Donald Trump menjadi UU minggu lalu.

Bantuan tambahan itu senilai US$ 300 per minggu setiap orang yang akan diberikan hingga 14 Maret 2021. Meski bantuan diperpanjang namun jumlahnya tidak meningkat. Maka, bantuan lain sangat diperlukan orang AS saat ini mengingat jutaan orang masih menganggur dan angka pengangguran diprediksi terus bertambah.

Pemerintah AS mencatat selama Desember angka pengangguran bertambah 71 ribu orang. Meski menjadi penambahan terkecil, pengangguran AS tetap dalam krisis. Secara total sejak awal pandemi, pengangguran AS tercatat sebanyak 9,7 juta orang.

Masih bertambahnya angka pengangguran dipicu oleh pembatasan yang dilakukan sejumlah negara bagian AS di akhir 2020. Sebab kasus infeksi COVID-19 terus meningkat. Sektor yang paling banyak menyumbang angka pengangguran adalah sektor ritel.

Semakin lama orang menganggur akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru. Maka, jika banyak orang AS yang termasuk dalam kategori itu, semakin membebani pemulihan ekonomi AS di 2021. Itulah mengapa menangani krisis pengangguran sangat penting untuk perbaikan perekonomian secara keseluruhan.

(ara/ara)