Jika Bitcoin Tembus Rp 14 M, Miliarder Ini Nyalon Jadi Presiden AS

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 18:23 WIB
Mark Cuban
Foto: Reuters
Jakarta -

Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban menjadi sorotan di Twitter. Melalui akun pribadinya @mcuban, ia menuliskan dirinya akan mencalonkan diri sebagai Presiden AS apabila harga Bitcoin tembus US$ 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar (kurs Rp 14.000).

Mark Cuban tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-177 versi majalah Forbes dengan kekayaan mencapai US$ 4,2 miliar atau setara Rp 59 triliun. Ia adalah pemilik dari klub basket Dallas Mavericks.

Cuitan terkait bitcoin dan pencalonan diri sebagai Presiden AS berawal dari percakapannya dengan pebisnis Chamath Palihapitiya di Twitter. Dikutip dari Benzinga, Kamis (7/1/2021), awalnya Palihapitiya menuliskan ramalan soal lahirnya partai politik ke-3 di AS.

Kemudian, Cuban membalas cuitan itu dengan mempertanyakan mengapa AS harus memiliki partai politik. Tak berselang lama, Palihapitiya membalasnya. Chairman dari Virgin Galactic itu mengatakan, mungkin AS tak perlu partai politik apabila Cuban mau mencalonkan diri sebagai Presiden AS.

"Saya akan mencalonkan diri jika BTC (bitcoin) tembus US$ 1 miliar dan kita bisa mendapatkan komitmen untuk mendonasikan 350 BTC ke Departemen Keuangan selama 4 tahun sehingga kita bisa membagikan 100 satoshi (pecahan receh untuk bitcoin) kepada semua masyarakat setiap tahunnya, dan mereka harus mempertahankannya selama 10 tahun. Bagaimana menurutmu?" tulis Cuban membalas Palihapitiya.

Perlu diketahui, harga bitcoin terus mengalami lonjakan. Di tahun 2021 ini, harga bitcoin telah meningkat hingga 19% ke level US$ 34.249 atau sekitar Rp 480 juta. Pada Selasa (5/1) kemarin, harga bitcoin sempat menyentuh rekor di level US$ 35.587,66 atau setara Rp 500 juta.

(das/das)