Hasil Audit Anggaran Corona Rampung Bulan Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 10:35 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang menyelesaikan audit terhadap anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN). Hasil pemeriksaan akan selesai bulan ini.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) Achsanul Qosasi mengatakan BPK sudah memulai perencanaan pada Agustus 2020, dan pelaksanaan pemeriksaan dari September hingga Oktober 2020, dan targetnya pelaporan pemeriksaan yang bisa tuntas pada Januari 2021 ini.

"Kami berharap supaya laporan bisa diselesaikan pada Januari 2021," kata dia dalam webinar, Senin (11/1/2021).

"Rangkuman atas laporan ini terkait dengan pentingnya validitas dan kejelasan data terkait dengan kriteria menerima dan target program bantuan, pentingnya koordinasi antara kementerian terkait dengan pertukaran data, sasaran dan efektivitas program, transparansi dan akuntabilitas selaras dengan regulasi, serta sistem pengendalian internal yang kuat dalam pelaksanaan aktivitas pemerintahan," lanjutnya.

Dalam melaksanakan pemeriksaan atas penanganan COVID-19, dia menjelaskan BPK menerapkan pemeriksaan yang komprehensif, yaitu dengan menggabungkan tiga jenis pemeriksaan meliputi pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

BPK, lanjut dia melaksanakan proses pemeriksaan dengan pendekatan audit komprehensif berbasis risiko (risk based comprehensive audit). Sebab, ruang lingkup pemeriksaannya sangat luas.

"Jadi melibatkan audit universe yang luas dan tim audit pemeriksaan juga mencakup jumlah auditor yang besar-besaran dari seluruh unit atau satker di BPK" sebutnya.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya kolaborasi dari seluruh unsur, termasuk untuk bisa mengidentifikasi, menilai dan melakukan mitigasi risiko-risiko krisis pandemi COVID-19 yang akan terus menciptakan guncangan.

Menurutnya pemerintah harus tetap waspada dalam menyikapi peristiwa ke depan. Di sisi lain, BPK tetap berkomitmen untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas aktivitas pemerintahan.

"Bersama dengan BPK, pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain bekerja sama akan menciptakan efektivitas lebih baik dalam pengelolaan pandemi ini, demi memberikan manfaat bagi warga Indonesia, dan seluruh lembaga atau mitra di Indonesia," tambahnya.

(toy/das)