Jokowi Wanti-wanti Krisis Pangan Gara-gara Pandemi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 10:30 WIB
Presiden Jokowi mengutuk teror di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, oleh kelompok MIT yang menewaskan 4 orang.
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, sektor pertanian semakin memiliki peran penting di saat pandemi COVID-19. Semakin pentingnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bahkan mengingatkan akan potensi krisis pangan.

Jokowi pun mengingatkan para menterinya terkait kondisi tersebut dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021, Senin (11/1/2021).

"Dalam kondisi pandemi COVID-19 sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral. Kita tahu FAO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan, hati-hati mengenai ini, hati-hati," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, hal itu karena adanya pembatasan pergerakan masyarakat serta distribusi barang.

"Akibat pembatasan mobilitas warga bahkan distribusi barang antar negara, distribusi pangan dunia menjadi terkendala," ujarnya.

Ia pun menyinggung masalah industri tahu dan tempe yang terjadi belakangan ini. Hal itu terjadi karena kendala karena dampak Corona tersebut.

"Dan kita tahu beberapa minggu, hari terakhir ini perusahaan yang berkaitan dengan tahu dan tempe, kedelai menjadi masalah juga karena tadi yang saya sampaikan," kata Jokowi.

(acd/eds)