Alasan Korban Percaya Grabtoko: Diskon 90% hingga Iklan di Mana-mana

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 19:45 WIB
Grabtoko
Foto: Screenshot Grabtoko
Jakarta -

Lima orang perwakilan korban dari Grabtoko hari ini mengadu ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Mereka membeberkan siasat yang dijalani e-commerce tersebut hingga membuat dia dan para korban percaya dan berbelanja di sana sebelum akhirnya tertipu dan menderita kerugian.

Desty Nurcahyani menjelaskan alasan dia percaya kepada Grabtoko. Selain diskon yang ditawarkan hingga 90%, Grabtoko memasang iklan di berbagai video tron dan televisi untuk membuat calon korban percaya.

Desty pun menganggap e-commerce yang menjual berbagai elektronik itu sedang 'bakar duit' sebagai pendatang baru.

"28 Desember aku baca tweet dari sobat HP waktu itu isinya screen shootan dari diskon di Grabtoko. Aku langsung berpikir positif waku itu, jangan-jangan campaign karena sudah banyak juga akun-akun besar naikin si Grabtoko ini," katanya di Graha Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).

Ditambah waktunya bertepatan dengan keinginannya membeli HP. Itulah sebabnya tanpa pikir panjang dia memutuskan mentransfer uang sebesar Rp 23 juta untuk pembelian dua handphone (HP).

"Saat itu memang aku lagi ada rencana beli HP dan menemukan iklan Grabtoko di bawah flyover PIM, jadi bikin nambah kepercayaan kalau ini benar. Terus aku tanya teman yang suka insta story duluan, transfernya ke PT Grab Toko Indonesia. Wah legal nih jadi kita percaya aja, saya transfer Rp 23 juta beli iPhone 11 Pro, harga normalnya Rp 19 juta jadi Rp 11,5 juta," ucapnya.

Namun sudah satu minggu barangnya tak kunjung datang. Rupanya tak hanya dirinya yang mengalami kejadian seperti itu, pembeli lain di Grabtoko bernama Mukhlis Said pun bernasib serupa.

Mukhlis merupakan korban Grabtoko dengan kerugian Rp 22,9 juta untuk pembelian tujuh HP dengan berbagai merek. HP tersebut niatnya akan diberikan kepada istri dan adiknya, sisanya untuk dijual kembali.

"Lima HP Xiaomi Poco X3 Rp 7,7 juta aslinya kalau mau (satunya) Rp 4 juta. Satu iPhone SE Rp 4,65 juta, iPhone 12 harganya Rp 10,427 juta, total Rp 22,9 juta," jelasnya.

Dia merasa percaya dengan Grabtoko karena ada kerabatnya yang bekerja di sana. Berbagai iklan dengan merek tersebut juga dikatakannya sudah banyak, sehingga dia berpikir akan menjadi korban penipuan.

"Karena kebetulan teman saya cerita kerja di Grabtoko, ada iklannya juga sudah banyak di Bundaran HI atau Sudirman gitu. Saya langsung ngomong ke dia, akhirnya saya coba milih barang dan akhirnya beli," imbuhnya.



Simak Video "Jurus Tipu-tipu Grabtoko 'Ditelanjangi' Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)