Trenggono Mau Genjot Ekspor Perikanan Pakai Jurus Ini, bakal Efektif?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 13:59 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono resmikan tambak udang di Karawang. Pembangunan diharapkan dapat tingkatkan hasil produksi udang nasional.
Foto: Istimewa/Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono telah menyiapkan jurus untuk genjot ekspor produk hasil perikanan di tahun 2021. Pembaruan alat uji, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan pengawasan akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

"Kita siapkan yang terbaik, kita beli kalau perlu," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Selasa (12/01/2021).

Dengan pemutakhiran alat uji laboratorium, Trenggono ingin produk perikanan yang diekspor bebas virus dan patogen bahaya lainnya yang dapat mengganggu kesehatan pengonsumsi. Tentunya alat tersebut juga bisa dipakai untuk menguji produk perikanan yang masuk ke Indonesia.

Selama ini, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melibatkan pihak ketiga untuk membantu pengecekan kualitas produk perikanan, salah satunya universitas. Ke depannya, Trenggono ingin lebih mandiri dalam menguji produk perikanan yang ada, baik itu ekspor maupun impor.

"Kita harus punya alat uji sendiri sebagai pembuatan keputusan, jangan bergantung pada pihak ketiga," ucapnya.

Trenggono menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk perikanan harus dimulai dari hulu. Jadi selain alat uji yang mutakhir, tim BKIPM diminta rutin turun ke lapangan untuk memastikan proses produksi di unit-unit pengolahan ikan berjalan sesuai standar.

Pemutakhiran alat uji hingga penguatan pengawasan ini, diakuinya sebagai bagian dari langkah strategis dalam menyasar pasar Internasional. Sebab hampir semua negara menerapkan standar tertentu untuk produk perikanan yang masuk (impor).

Apalagi ke depan Indonesia butuh perluasan pasar karena saat ini KKP menggenjot produksi perikanan budidaya untuk komoditas udang vaname, ikan, dan rumput laut. Trenggono optimistis Indonesia bisa jadi negara penghasil vaname terbesar mengalahkan India.

Kepala BKIPM Rina menambahkan nilai ekspor tahun 2021 mencapai US$ 6,5 miliar atau naik sekitar US$ 1 miliar dari tahun sebelumnya. Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) targetnya Rp 74,4 miliar.

Dengan adanya pemutakhiran alat uji dan penguatan pengawasan, nilai yang dicapai diklaim bisa lebih tinggi. Dia mau produk perikanan yang keluar dan masuk Indonesia harus bebas dari 37 jenis penyakit ikan yang meliputi 23 jenis virus, 5 jenis bakteri, 3 jenis jamur, dan 6 jenis parasit.

"Kalau kita bisa memperkuat laboratorium, jadi bisa dikerjakan di dalam, itu pengaruhnya akan naik lagi angkanya," terang Rina.

(zlf/zlf)