Banting Setir Bikin Masker, UMKM Kain Tenun Bali Ekspor ke 50 Negara

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 17:20 WIB
UMKM Bali
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Bali -

Pandemi berdampak ke semua sektor usaha termasuk UMKM. Hal itu juga yang dirasakan salah satu UMKM pembuat kain tenun asal Bali, Agung Bali Collection. Sang pemilik, Anak Agung Indra Dwipayani mengatakan usaha yang dimulai pada tahun 2015 itu cukup meningkat dari tahun ke tahun. Namun, pandemi membuat omzetnya turun hingga 70%.

"Dari 2016 sampai 2019 meningkat, jadi setelah pandemi turun hampir 70%. Di bulan Oktober sedikit ada peningkatan, semua itu dibantu pemasaran dari Bank Indonesia. Sebelum pandemi per bulannya minimal 300 pieces, pas pandemi satu bulan bisa 10 bahkan kurang," ujarnya usai peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 di Bandara I Gusti Ngurah Rai belum lama ini.

Ia menjelaskan Agung Bali Collection berdiri sejak tahun 2015. Produk unggulannya surface desain endek dengan penambahan ornamen di atas tenun. Produk yang dijual tergantung desain yang dipesan. Kisarannya Rp 650 ribu, Rp 2,5 juta hingga Rp 10 juta.

Meski pandemi dan omzet menurun, Agung menyebut tidak merumahkan karyawannya dan tetap membuat produk dalam bentuk lain, yaitu masker. Masker yang sudah dikirim ke 50 negara ini lah yang menurut Agung membuat bisnisnya bertahan di masa pandemi.

"Kalau awal ada satu karyawan, setelah berjalan ada 25 karyawan, semua tidak ada dirumahkan, semua tetap bekerja. Karena kita bergerak di fashion, tenun kurang pemasaran (di masa pandemi ini) beralih ke masker. Lumayan itu bikin bertahan, masker udah ngirim ke 50 negara," ujarnya.

Adapun negara tujuan ekspor masker Agung Collection Bali antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Arab Saudi, Belanda, dan lainnya. Maskernya berupa Tenun Ikat Endek, Tenun Lukis Tari Bali, Tenun Lukis Flora Fauna, dan lain-lain.

"Kalau masker mulai bulan Juni kita kirim ke luar. Kira-kira sudah di atas 25 ribu masker. Omzetnya yang keluar sekitar Rp 1 miliar untuk masker saja," ujarnya.

Agung Collection Bali merupakan satu dari tiga UMKM produk artisan yang dihadirkan dalam peluncuran gerakan nasional (gernas) Bangga Buatan Indonesia 2021 oleh Kementerian Perhubungan di tiga bandara sekaligus kemarin. Lewat gernas Bangga Buatan Indonesia, Agung berharap Pemerintah Indonesia bisa membantu pemasaran produk lokal seperti miliknya.

"Harapannya (dari) acara ini, pemerintah mungkin (bisa melakukan) pemasaran lebih ditingkatkan lagi baik online, marketplace, (untuk) UMKM yang benar-benar berdampak, apalagi kita pelaku pariwisata. Dengan adanya gerakan Bangga Buatan Indonesia, bener-bener orang Indonesia memakai produk Indonesia, mulai dari pakaian, setidaknya buatan lokalnya aja lah," ujarnya.

"Pak Jokowi sampai saat ini sering saya lihat di televisi selalu memakai produk Indonesia. Terima kasih sudah diluncurkan, lalu harapannya dari segi pemerintah juga menggunakan produk buatan UMKM," pungkasnya.

Sebagai informasi, gernas Bangga Buatan Indonesia juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Misalnya Bank BCA yang ikut mensponsori acara peluncuran kemarin.

BCA membidik mendampingi 500 UMKM Bali dalam program Bangga Lokal selama bulan Januari 2021. Kampanye ini dilakukan sekaligus dalam mendukung program Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan Pemerintah Indonesia.

Dalam acara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyadari UMKM merupakan pilar perekonomian Indonesia.

"Saya senang sekali BCA dapat mendukung UMKM di Indonesia dalam program pemerintah, yaitu gerakan nasional Bangga Buatan indonesia. Kami menyadari bahwa UMKM merupakan pilar perekonomian bangsa Indonesia," ujarnya.

"Kami berharap gernas BBI dapat memberikan inspirasi bagi UMKM Indonesia dan terus berjuang membawa produk lokal lebih maju dan meningkatkan perekonomian Tanah Air," pungkasnya.

(prf/hns)