Nilai Bitcoin Anjlok, Masih Aman buat Investasi?

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 05:26 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Nilai tukar Bitcoin mulai mengalami penurunan tajam. Harganya kini anjlok lebih dari 20% pada hari Senin ke level US$ 31 ribu atau sekitar Rp 434 juta (kurs Rp 14 ribu/US$) per keping.

Padahal, di hari Jumat lalu harga Bitcoin meroket. Bahkan menyentuh level tertinggi baru di angka US$ 42 ribu atau sekitar Rp 588 juta per keping.

Bitcoin memang mengalami kenaikan yang signifikan selama beberapa bulan terakhir. Tapi penurunan itu menyoroti bagaimana kenaikan yang menakjubkan itu telah meningkatkan peringatan bagi beberapa orang di Wall Street.

"Sangat menakutkan ketika harga Bitcoin langsung naik. Kemunduran ini saya rasa dibutuhkan," kata James Putra, wakil presiden strategi produk untuk TradeStation Crypto, dikutip dari CNN, Selasa (12/1/2021).

Seorang ahli strategi di Bank of America Naeem Aslam, mencatat bahwa lonjakan Bitcoin baru-baru ini lebih besar daripada beberapa tren terkenal lainnya dalam beberapa dekade terakhir.

Misalnya, emas di tahun 70-an, teknologi dot-com di akhir 1990-an, dan perumahan di pertengahan 2000-an. Jadi penurunan dalam beberapa hari terakhir adalah koreksi sehat yang telah terjadi sejak lama.

Bitcoin pertama kali melampaui level US$ 20 ribuan pada pertengahan Desember dan melonjak di atas US$ 30 ribuan awal bulan ini. Bahkan dengan penurunan selama akhir pekan dan Senin, nilai Bitcoin masih terpantau melonjak sekitar 300% dalam 12 bulan terakhir.

Aslam mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Bitcoin mungkin akan jatuh ke level US$ 28-30 ribuan sebelum mencapai titik terendah.

"Ini bukan waktunya untuk panik, tetapi untuk melihat peluang ini dari sudut pandang yang lebih optimis. Karena kenaikan belum berakhir, dan masih cenderung melakukan perjalanannya ke atas," kata Aslam.

Bitcoin dinilai memiliki masa depan yang baik apalagi dengan beberapa layanan pembayaran seperti digital Square (SQ) dan PayPal (PYPL) memungkinkan pengguna membeli dan menjualnya.

Daya tarik bertambah dengan terjunnya investor institusi top termasuk Paul Tudor Jones, Stanley Druckenmiller dan Anthony Scaramucci berinvestasi di dalamnya.

Anjloknya harga Bitcoin membuat banyak orang mulai sadar akan resiko investasi di mata uang kripto, bahkan harus siap rugi. Kok bisa?

Selanjutnya
Halaman
1 2