Bermodal Satu Pesawat Boeing, Begini Sejarah Sriwijaya Air

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 10:48 WIB
Sriwijaya Group Buka 2 rute baru
Foto: detikFoto
Jakarta -

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan pada Sabtu 9 Januari yang lalu. Hingga kini pencarian penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan.

Rekam jejak Sriwijaya Air di dunia industri penerbangan Tanah Air sendiri tidak sebentar. Maskapai ini sudah berdiri sejak tahun 2003 dan memulai bisnis angkutan udara pada pasar medium service hingga sekarang.

Dikutip dari situs resminya, Rabu (13/1/2021) Sriwijaya Air berdiri pada 10 November 2003 lalu tepat pada peringatan Hari Pahlawan.

Didirikan oleh Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andry Halim. Lalu, dirintis oleh beberapa tenaga ahli yaitu Kapten Supardi, Kapten Kusnadi, Adil W. Harwick L, Gabriella, Suwarsono dan Joko Widodo.

Saat pertama kali memulai bisnisnya, Sriwijaya Air hanya memiliki satu pesawat saja yaitu Boeing 737-200. Saat itu, penerbangan perdananya adalah rute Jakarta-Pangkal Pinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP.

Kini, Sriwijaya Air telah menjelma menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia, memiliki 43 pesawat Boeing dan melayani total 53 rute termasuk 3 negara seperti Medan-Penang dan rute internasional lainnya.

Bahkan, maskapai ini tercatat mampu menerbangkan lebih dari 950.000 penumpang setiap bulannya. Tak hanya melayani penerbangan penumpang, maskapai ini juga melayani pengiriman barang menjangkau secara nasional maupun regional.

Di tahun 2013, maskapai baru bagian dari Sriwijaya Air diperkenalkan ke publik. Maskapai sister company dari Sriwijaya Air ini bernama NAM Air.

NAM Air memulai penerbangan perdana atau inaugural flight dari Jakarta menuju Pangkal Pinang dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 tanggal 11 Desember 2013. Dalam kategori bisnisnya, NAM Air berada pada kategori medium service, sama halnya dengan posisi yang diterapkan oleh Sriwijaya Air.

Perlu diketahui juga semua pesawat dalam naungan Sriwijaya Air melakukan pemeliharaan armada dengan kerja sama perjanjian dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) sebagai penyedia pemeliharaan terpercaya di Indonesia dengan standar internasional.

(fdl/fdl)