Tawaran Oke Nih! UMKM RI Diajak Buka 'Lapak' di Arab Saudi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 18:13 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Foto: AFP/OZAN KOSE
Jakarta -

Pemerintah sedang berupaya menggenjot ekspor non migas ke Arab Saudi. Caranya ialah dengan mengajak UMKM berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan para Jemaah Haji dan Umroh Indonesia, misalnya dengan mengekspor produk makanan hingga pakaian.

"Kami berusaha untuk bisa memberikan kekuatan pada UKM Indonesia untuk bisa berpartisipasi kepada ceruk pasar, khususnya pasar Haji dan Umrah Indonesia yang akan menunaikan ibadah Haji dan Umroh Indonesia." ungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1/2021).

Menurut Lutfi, dengan mendorong ekspor produk UMKM ke Arab Saudi, kesempatan untuk UMKM menjadi pemain global sangatlah besar. Apalagi, jumlah Jemaah Haji dan Umroh Indonesia sangatlah besar.

"Kita ingin supaya produk-produk Indonesia ini bisa menjadi subyek utama daripada ekspor non-migas kita terutama oleh pelaku kecil dan menengah. Seperti diutarakan oleh Bapak Menteri Koperasi dan UKM bahwa ini adalah barang-barang yang penting dan ini effort kita bagaimana UMKM kita bisa bukan hanya jadi tuan rumah di negaranya tetapi juga bisa menjadi pemain regional bahkan global," urai Lutfi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, pada tahun 2019 saja Jemaah Haji Indonesia tembus 221.000 orang, dan Jemaah Umroh sebanyak 1 juta orang per tahun. Tentunya, jumlah yang besar itu juga memperbesar kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk-produk Tanah Air selama berada di Arab Saudi.

"Selain itu ada ratusan ribu warga ekspatriat Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Kehadiran para Jemaah Haji dan Umroh Indonesia, serta ekspatriat Indonesia di Arab Saudi tentunya juga diikuti dengan adanya kebutuhan makanan dan minuman, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya yang bercita rasa dan berasal dari Indonesia," tutur Zainut.

Khususnya untuk kegiatan Haji, Kemenag mencatat kebutuhan makan Jemaah Indonesia sangatlah besar. Oleh sebab itu, menurutnya hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM memasok kebutuhan Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi.

"Maraknya penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2019, Jemaah Haji Indonesia mendapatkan makanan sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. Rencananya, pada penyelenggaraan Haji tahun 2021, jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika Jemaah berada di Tanah Suci,' imbuh dia.

Zainut mengatakan, selama ini kebutuhan para jemaah Indonesia di Tanah Suci kerap kali tersaingi oleh produksi dari negara lain. Oleh sebab itu, upaya ini harus segera dilaksanakan untuk merebut pasar di Arab Saudi.

"Selama ini ketersediaan barang-barang tersebut (bahan baku, bumbu masak, teh, dan kopi Indonesia) yang berasal dari Indonesia masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari sejumlah negara. Seperti Thailand, Vietnam, dan India," tutup Zainut.

(dna/dna)