Mantap! UMKM Kini Diajak Buka Lapak di Arab Saudi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 08:50 WIB
Ada kisah inspiratif di balik geliat usaha kerajinan lampu hias yang berada di Tangerang ini. Bisnis ini diharapkan dapat memberbadayakan masyarakat di sana.
Foto: Grandyos Zafna

1. 'Lapak Besar' di Arab Saudi Buat UMKM

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, khususnya untuk kegiatan Haji kebutuhan makan Jemaah Indonesia sangatlah besar. Oleh sebab itu, menurutnya hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM memasok kebutuhan Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi.

"Maraknya penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2019, Jemaah Haji Indonesia mendapatkan makanan sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. Rencananya, pada penyelenggaraan Haji tahun 2021, jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika Jemaah berada di Tanah Suci,' imbuh dia.

Zainut mengatakan, selama ini kebutuhan para jemaah Indonesia di Tanah Suci kerap kali tersaingi oleh produksi dari negara lain. Oleh sebab itu, upaya ini harus segera dilaksanakan untuk merebut pasar di Arab Saudi.

"Selama ini ketersediaan barang-barang tersebut (bahan baku, bumbu masak, teh, dan kopi Indonesia) yang berasal dari Indonesia masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari sejumlah negara. Seperti Thailand, Vietnam, dan India," imbuh Zainut.

2. Kriteria UMKM yang Diajak 'Buka Lapak' di Arab Saudi

Untuk berpartisipasi dalam pasar tersebut pun para UMKM harus memiliki kriteria yang sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi. Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Br Simanungkalit menjelaskan, pihaknya sudah mengidentifikasi mana saja UMKM binaan kementerian yang siap untuk mengekspor hasil produksinya ke Arab Saudi.

UMKM yang siap itu dilihat dari kapasitas produksinya yang mumpuni, kualitas produksinya yang sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, dan juga sudah disertifikasi.

"Pertama itu kapasitasnya harus memenuhi, tapi kalaupun ada yang kecil-kecil kami akan coba agregasi. Kedua, dari segi kualitas dan sertifikasi yang sudah mereka miliki," imbuh Victoria.

Ia memastikan, UMKM yang sudah dibina itu memiliki sertifikasi untuk melakukan ekspor ke Arab Saudi. Tak hanya 5 produk yang sudah disebutkan di atas, saat ini juga ada UMKM pembuat produk rendang yang tengah disiapkan untuk ekspor ke Arab Saudi.

"Kami tidak hanya kecap tapi juga sekarang UKM rendang untuk memenuhi makanan teman-teman yang melakukan ibadah Haji. Kami sedang mempersiapkan mereka untuk bisa memenuhi standar dan kualitas dari Pemerintah Arab Saudi," urainya.

Selain binaan kementerian, UMKM binaan Kadin Indonesia juga diikutsertakan. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menuturkan, saat ini sudah ada 5 UMKM produsen kecap yang siap ekspor ke Arab Saudi karena sudah memperoleh izin dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

"Untuk kopi ada 4 masih menunggu, teh ada 5 masih menunggu. Tapi insyaallah yang kopi dan teh kita sudah diindikasikan insyaallah akan disetujui oleh SFDA. Sambal juga kita masih menunggu," tutup Rosan.

Halaman

(fdl/fdl)