Biden Ungkap Jurus Andalan Selamatkan Ekonomi AS, Seperti Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 14:35 WIB
WILMINGTON, DELAWARE - JANUARY 07: U.S. President-elect Joe Biden delivers remarks before announcing his choices for attorney general and other leaders of the Justice Department at The Queen theater January 07, 2021 in Wilmington, Delaware. Biden nominated Judge Merrick Garland to be attorney general, Lisa Monaco to be deputy attorney general, Vanita Gupta to be associate attorney general, and Kristen Clarke to be assistant attorney general for the Civil Rights Division.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden, akan mengungkap rencananya untuk menghidupkan kembali ekonomi AS. Pasalnya, meski triliunan dollar sudah digelontorkan pemulihan ekonomi di AS belum terlihat berjalan dengan baik.

Bersama dengan rekan-rekannya di Partai Demokrat, yang menguasai parlemen, Biden tampaknya memiliki kesempatan yang bagus untuk meloloskan paket stimulus penyelamatan besar-besaran ketiga.

Hal itu akan mencakup segala hal, mulai dari beberapa pembayaran stimulus baru, kenaikan pajak bagi orang kaya, hingga peningkatan upah minimum.

"Kami membutuhkan lebih banyak bantuan langsung yang mengalir ke keluarga (dan) usaha kecil, termasuk menyelesaikan pekerjaan untuk memberi orang bantuan US$ 2.000," kata Biden pekan lalu, dikutip dari AFP, Kamis (14/1/2021).

Dana tersebut dinilai dapat membantu merevitalisasi pemulihan yang tampaknya tertekuk di bawah beban lonjakan nasional dalam kasus COVID-19 di AS.

Data pemerintah terbaru menunjukkan jumlah orang yang kehilangan pekerjaan pada bulan Desember dan klaim terkena PHK mingguan terus naik jumlahnya. Kenaikannya ini menjadi yang terburuk dari krisis keuangan global 2008-2010.

Stimulus Biden kemungkinan akan dibangun di atas dua paket bantuan besar-besaran yang disetujui Kongres pada tahun 2020. Stimulus ini juga termasuk perpanjangan tunjangan pengangguran yang telah membantu puluhan juta orang membayar tagihan mereka setelah kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Dia berjanji minggu lalu untuk memberikan bantuan kepada pemerintah kota AS yang mungkin harus memecat ribuan guru, petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran di seluruh negeri. Dia juga akan memberikan lebih banyak bantuan untuk usaha kecil, terutama perusahaan milik golongan minoritas.

Paket yang diharapkan untuk diusulkan Biden bisa mencapai triliunan dolar dalam pembelanjaan, tetapi Michael Feroli dari JP Morgan memperkirakan Kongres dapat memangkasnya hingga kisaran US$ 900 miliar, sesuai dengan ukuran yang disetujui bulan lalu.

Meskipun demikian, jumlah itu akan membantu meningkatkan pertumbuhan PDB tahun ini menjadi 5,3% dan pada tahun 2022 menjadi 2,6%.

(dna/dna)