Garuda Bahas Utang Dengan Jerman, Inggris dan Prancis

Garuda Bahas Utang Dengan Jerman, Inggris dan Prancis

- detikFinance
Senin, 06 Feb 2006 16:05 WIB
Jakarta - BUMN penerbangan PT Garuda Indonesia, akan mengadakan pembicaraan masalah utang pada Selasa besok (7/2/2006) dengan tiga negara perwakilan European Credit Agency (ECA) yakni Jerman, Inggris dan Prancis."Intinya mereka datang minta support dari pemerintah selaku pemegang saham mengenai kelanjutan restrukturisasi utang. Mereka rencananya besok datang," kata Dirut Garuda Emirsyah Satar.Hal itu diungkapkan Emir, disela cara penandatanganan kerja sama dalam peluncuran kartu kredit premium Garuda Indonesia dan Citibank di Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (6/2/2006). Emir menjelaskan, dalam tahap renegosiasi utang selalu mengungkapkan keinginan dari kreditor dan pihak Garuda. "Mereka maunya apa, kita maunya apa lalu kita bertemu," ujar Emir.Sebenarnya, ungkap Emir, Garuda sudah membuat business plan untuk penyelesaian utang ini. Namun akibat adanya bom Bali, perseroan melakukan revisi lagi karena dampaknya signifikan."Nantinya mereka akan pelajari lagi, tergantung kekuatan Garuda untuk pembayaran utang tersebut," ujarnya.Utang Garuda mencapai sekitar US$ 800 juta, yang meliputi US$ 150 juta dalam bentuk promissory notes dan US$ 500 juta kepada ECA. Selain utang kepada pemegang promissory notes dan ECA, Garuda juga memiliki utang kepada Bank Mandiri dalam bentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) sebesar US$ 150 juta.Sementara utang jangka pendek Garuda yang sudah jatuh tempo Desember 2005 sebesar US$ 56 juta belum dibayarkan.Untuk kinerja tahun ini, Emir menegaskan, perseroan belum akan mencetak laba. Garuda masih akan melihat seberapa cepat recovery dan harga minyak dunia.Mengenai dana talangan (bridging loan) untuk rescheduling utang sebesar US$ 56 juta yang diharapkan datang dari pemerintah, menurut Emir saat ini sedang diproses di Departemen Keuangan (Depkeu)."Nantinya akan minta persetujuan ke DPR. Kita sih mintanya secepat mungkin," harap Emir. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads