Penjelasan Lengkap Garuda-Lion Air Gagal Mendarat di Pontianak

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 07:40 WIB
Pesawat garuda lion.ilustrasi
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA504 dan Lion Air bernomor penerbangan JT684 gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, pada Rabu (13/1). Kedua maskapai memberi penjelasan atas kejadian tersebut.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan langkah tersebut memang harus dilakukan oleh pihaknya karena jarak pandang.

"Jadi, kasus kemarin yang terjadi adalah begitu mendekat ke bandara jarak pandang kurang, diputuskan divert (dialihkan pendaratan)," kata dia saat dihubungi detikcom, kemarin Kamis (14/1/2021).

Dijelaskannya, kendala pendaratan di Indonesia paling sering disebabkan hujan lebat yang membuat jarak pandang pilot terbatas. Garuda Indonesia membatasi jarak pandang minimal adalah 800 meter. Jika kurang dari itu maka pilot akan memutuskan divert, alias pendaratan pesawat bukan di tempat tujuan semula.

"Kan Garuda ini nomor satu di mana-mana buat kita itu adalah safety buat penumpang, nggak boleh ambil risiko-risiko yang membahayakan, karena aturan yang kita sepakati adalah 800 meter, begitu 800 meter nggak kelihatan mesti divert," sebutnya.

Irfan pun menjelaskan langsung diinformasikan ketika pilot Garuda Indonesia akan melakukan divert ke Palembang.

"Nah, itu begitu dapat informasi kan nggak bisa mendarat itu mesti divert. Jadi itu keputusan yang benar, keputusan yang menjadi kewenangan penuh pilot untuk divert. Nah, itu yang terjadi kemarin," tambahnya.

Penjelasan Lion Air di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2