Cetak Rekor, Neraca Dagang RI Surplus US$ 21,7 M Sepanjang 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 11:13 WIB
Kesibukan pelayanan bongkar muat di dermaga peti kemas ekspor impor (ocean going) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dipastikan tetap berjalan maksimal di tengah persiapan menyambut kunjungan Ratu Kerajaan Denmark Margrethe II bersama suaminya, Prince Henrik , Jakarta, Kamis (15/10/2015). Ratu Margrethe II dan Price Henrik akan berkunjung ke lokasi ini pada pekan depan, Kamis (22/10). Seperti diketahui Maersk Line, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia asal Denmark saat ini menjadi pengguna utama Pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Kehadiran Ratu Denmark menunjukkan kepercayaan negara asing terhadap kualitas pelayanan pelabuhan di Indonesia. Dalam satu tahun kapasitas pelayanan bongkar muat Pelindo II mencapai 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Agung Pambudhy/Detikcom
Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 21,7 miliar sepanjang tahun 2020. Surplus ini tercatat tertinggi dalam 9 tahun yang lalu atau sejak tahun 2011 yang sebesar US$ 26,06 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Jumat (15/1/2021). Dia bilang, surplus neraca perdagangan Indonesia berasal dari total ekspor yang sebesar US$ 163,31 miliar dan impor sebesar US$ 141,57 miliar.

"Selama 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 21,74 miliar," kata Suhariyanto.

Mengenai kinerja ekspor, Suhariyanto menyebut selama Desember tercatat US$ 16,54 miliar atau tumbuh 8,39% dibandingkan November 2020. Sementara dibandingkan Desember 2019 mengalami peningkatan 14,63%.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, nilai ekspor Indonesia di Desember menjadi yang paling tertinggi di tahun 2020. Bahkan, nilai ekspor US$ 16,54 miliar ini tertinggi sejak Desember 2013.

"Perkembangan ekspor ini sangat menggembirakan karena nilainya ini tertinggi selama 2020. Kalau melacak ke belakang, ekspor bulanan di Desember 2020 tertinggi sejak Desember 2013," kata Suhariyanto.

Sedangkan kinerja impor, Suhariyanto menyebut sebesar US$ 14,44 miliar atau naik 14% dibandingkan November 2020. Sementara dibandingkan Desember 2019, terjadi penurunan tipis yaitu 0,47%.

Dengan begitu, maka neraca perdagangan Indonesia secara bulanan mengalami surplus US$ 2,10 miliar. Sementara secara tahunan, terjadi surplus US$ 21,74 miliar selama tahun 2020.

"Kala melacak ke belakang, surplus neraca perdagangan tahun 2020 ini tertinggi sejak 2011, di mana pada 2011 itu surplus US$ 26,06 miliar," ungkap Kecuk.

(hek/eds)