Imlek Dirayakan di Rumah, Pengusaha Mal Pede Penjualan Tetap Naik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 11:34 WIB
Aksi barongsai Kong Ha Hong ramaikan pusat perbelanjaan di Ciputra Mal, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Acara bertajuk Lucky New Year Lucky You mulai digelar 15 Januari - 2 Februari 2020.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengimbau semua anggotanya untuk menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di rumah saja. Salah satu adat dalam perayaan Imlek, yakni berkunjung ke rumah saudara pun diimbau untuk diganti dengan silaturahmi online.

Lalu, apakah perayaan Imlek di rumah ini akan berdampak pada penjualan keperluan Imlek seperti pakaian, makanan, dan sebagainya?

Menurut Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah, penjualan di ritel-ritel, terutama tenant di mal diyakini akan tetap ada kenaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya. Perayaan Imlek sendiri jatuh pada 12 Februari 2021. Maka dari itu, ia meyakini di akhir Januari ini kegiatan berbelanja keperluan Imlek sudah akan dimulai.

"Menurut saya pasti ada kenaikan dibandingkan bulan Januari. Jadi di akhir bulan ini seharusnya sudah mulai beli nih orang-orang untuk dipakai di Hari Raya Imlek-nya," ungkap Budiharjo ketika dihubungi detikcom, Jumat (15/1/2021).

Namun, menurutnya kenaikannya tentu akan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai 30%.

"Kenaikan penjualan pada Perayaan Imlek biasanya sekitar 20-30%, terutama untuk fesyen, pakaian, yang memang sesuai tata cara harus beli baru, seperti Lebaran saja. Lalu sepatu, nah ada kenaikan di situ. Kalau tahun lalu naiknya 20%, kalau tahun ini saya belum bisa prediksi, agak bingung juga," imbuh Budi.

Namun, terkait penjualan di hari Perayaan Imlek dari para peritel di mal khususnya, menurut Budi tak terpengaruh meski diimbau untuk tetap di rumah. Pasalnya, masyarakat yang merayakan Imlek biasanya melakukan aktivitas berkunjung ke rumah keluarganya, bukan ke mal.

"Memang tidak ke mal sih biasanya kalau Imlek. Mereka makan di rumah, setelahnya baru silaturahmi ke saudara," ujar dia.

Untuk itu, ia optimistis anggota Hippindo masih bisa memaksimalkan penjualan keperluan Imlek sebelum hari H perayaan Imlek. "Kita tetap bisa memaksimalkan sebelum hari H-nya, bisa jualan di online atau offline," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2