Alat yang Dipakai Tes Corona Rp 15 Ribu Diklaim Banjir Order

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 15:07 WIB
Alat deteksi corona lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu GeNose terus berprogres. Saat ini teknologi pengendus COVID-19 telah memasuki tahap uji diagnostik.
Foto: Pius Erlangga
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alat tes Corona, GeNose kebanjiran order. GeNose adalah alat deteksi Corona (COVID-19) lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Order yang sudah diterima, dijelaskannya melebihi kapasitas produksi. Untuk itu dirinya meminta industri yang terlibat dalam produksi GeNose bisa meningkatkan kapasitasnya.

"Dari sisi industri mohon dipastikan selain kita bisa memenuhi order yang sudah datang, yang saya tahu jauh di atas dari kapasitas produksi sekarang, namun kita harapkan kapasitas produksinya bisa segera mengejar," kata dia dalam webinar, Jumat (15/1/2021).

Dirinya juga mengingatkan kepada industri yang memproduksi GeNose untuk benar-benar menjaga kualitas dari produk yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat, mengingat akurasi dari alat ini akan sangat menentukan keberhasilan.

"Jadi, jangan sampai alat tersebut kemudian entah karena kesalahan dalam produksi atau kesalahan dalam pemeliharaan kemudian memberikan hasil analisa yang salah. Ini yang betul-betul harus diperhatikan," ujarnya.

Bambang menjelaskan produksi alat tes Corona melibatkan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan UGM. Namun, Bambang tak menyebutkan secara rinci siapa saja perusahaan yang dimaksud.

"Dari sisi dunia usaha nanti tentunya akan diwakili oleh beberapa perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk melakukan produksi massal dari GeNose tersebut," tambahnya.

Sebelumnya Bambang mengatakan satu kali tes Corona dengan alat tersebut hanya perlu biaya Rp 15 ribu. Rinciannya, biaya itu digunakan untuk operatornya, energinya, dan plastik khusus sebagai media pengecekan napas.

"Perkiraannya per pemeriksaannya itu, kalau dihitung sama operator, listrik, dan lalu plastiknya Rp 7-8 ribu rupiah, maka perkiraannya per satu tes itu sekitar Rp 15 ribu aja. Jadi ini murah dan akurat," jelas Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).

(toy/hns)