US$ 20 M Ditargetkan Masuk SWF, BUMN Ikut Setor Rp 50 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 21:45 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka
Foto: BPMI Setpres/Rusman
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menopang perekonomian ke depan. Salah satunya ialah pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang modalnya berasal dari pemerintah dan BUMN.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, SWF didirikan untuk menangkap peluang investasi dan solusi pembiayaan pembangunan yang semakin besar ke depan.

"Berbagai kebijakan menopang perekonomian kita juga telah disiapkan. Kita juga bersyukur Undang-undang Cipta Kerja sudah diundangkan dan peraturan turunannya PP maupun Perpres akan segera terbit dalam waktu secepat-cepatnya agar kita semakin kompetitif di pasar, utamanya pasar global," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Jumat (15/1/2021).

"Yang sudah selesai PP-nya yaitu Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund yang kita namakan INA, Indonesia Investment Autority yang telah kita dirikan. Ini untuk menangkap peluang investasi dan solusi alternatif bagi pembiayaan pembangunan kita. Nama-nama dewan pengawas sudah kita sampaikan DPR dan kita harapkan selesai nanti, minggu depan ini," jelasnya.

Jokowi sendiri sempat bertanya pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berapa investasi yang masuk melalui SWF ini. Sri Mulyani, kata Jokowi, memperkirakan ada US$ 20 miliar yang akan masuk. Dia melanjutkan, pemerintah menyetor modal Rp 15 triliun untuk SWF ini. Kemudian, BUMN juga masuk dengan nilai Rp 50 triliun.

"Saya tadi bisik-bisik ke Bu Menteri Keuangan awal-awal ini mungkin sebulan dua bulan ini target yang masuk ke SWF kita berapa? Dijawab Bu Menteri Keuangan ya kira-kira US$ 20 miliar. Duit yang gede banget, dan pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai Rp 15 triliun dan saham BUMN sebesar Rp 50 triliun. Kalau tadi 20 miliar US$ dolar, yang ini triliun rupiah untuk INA Indonesia Investment Autority," paparnya.

Jokowi berharap, SWF menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan handal.

"Saya berharap INA akan menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan mitra strategis yang handal dan terpercaya untuk pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan," terangnya.

(acd/fdl)