Ada SWF, Ini Untungnya buat BUMN Karya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 21:10 WIB
Jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 km telah diresmikan Presiden Joko Widodo secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (29/9/2020) lalu. Tol tersebut meliuk di antara bukit di Sulawesi Utara.
Ilustrasi/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengungkapkan Sovereign Wealth Fund (SWF) bisa menjadi jalan keluar bagi para BUMN pemilik jalan tol untuk menyeimbangkan keuangannya.

Pasalnya, banyak BUMN yang melakukan heavy investment alias investasi besar-besaran dalam penugasan membangun jalan tol. Waskita Karya dan anak usahanya Waskita Toll Road misalnya.

"Yang jelas SWF itu akan jadi instrumen penting untuk merilis dan melepas tekanan bagi badan usaha jalan tol yang selama ini heavy investment. Waskita itu tugas dia untuk investasi banyak, dan banyak ruas itu masih pembangunan," ujar Danang dalam video conference, Jumat (8/1/2021).

Dia mengatakan untuk melepas tekanan investasi yang besar-besaran, Waskita bisa melakukan divestasi kepemilikan jalan tolnya lewat SWF. Dengan begitu penugasan di proyek lainnya bisa dilakukan tanpa mengganggu cashflow perusahaan.

"Nah jadi yang beroperasi sekarang ini lah yang akan dilepas kepada SWF ini. SWF ini bisa jadi bagian pemilik konsesi pengusahaan jalan tol, maka Waskita Karya akan mendapatkan dana segar untuk melakukan investasi di ruas lain," jelas Danang.

"Ini memang proses yang bergulir untuk membangun terus, ultimate kita kan 18.000 km maka kita butuh para pelaku badan usaha jalan tol ini untuk membangun di jalan lain," katanya.

Di sisi lain, Danang memprediksi merger dan akuisisi kepemilikan jalan tol bakal marak terjadi dua tahun ke depan. Pasalnya saat ini banyak ruas jalan tol yang sudah menjanjikan untuk ditawarkan.

Di sisi lain banyak juga badan usaha jalan tol, baik pelat merah maupun swasta yang membutuhkan dana segar untuk menjaga keuangannya ataupun membiayai rencana ekspansi.

"Di jalan tol juga banyak yang akan merger dan akuisisi di tahun 2021 dan 2022. Kita melihat banyak juga ruas yang sudah mature dan bisa ditawarkan. Kan berbagai badan usaha mungkin butuh dana segara untuk menjaga cashflow yang lancar, lalu ada juga yang punya rencana ekspansi besar," kata Danang.

(ara/ara)