Harga Ikan Bawal Laut di Bantul Tembus Rp 250 Ribu/Kg Jelang Imlek

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2021 17:15 WIB
Salah seorang nelayan menunjukkan ikan bawal laut yang harganya Rp 250 ribu per kg
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Menjelang tahun baru China atau Imlek, harga ikan bawal laut di Kabupaten Bantul mencapai Rp 250.000 per kilogram (kg). Hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi nelayan di tengah pandemi COVID-19.

Salah satu nelayan di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Mugari mengatakan bahwa harga bawal laut selalu melambung tinggi jelang Imlek yang tahun ini jatuh tanggal 12 Februari. Pasalnya ikan bawal laut merupakan salah satu jenis ikan komoditas ekspor yang digandrungi masyarakat China jelang Imlek.

"Untuk di sini (Tempat Pelelangan Ikan Pantai Samas) sekarang harga ikan bawal laut sekilo (satu kilogram) bisa Rp 250 ribu. Kalau bobot terendah dua ons masih dihargai Rp 80 ribu," katanya saat ditemui wartawan di Pantai Samas, Sabtu (16/1/2021).

Warga Padukuhan Soge-Sanden, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul ini melanjutkan, bahwa naiknya harga bawal laut tidak mempengaruhi harga ikan lainnya. Seperti halnya ikan layur dengan jenis layur super yang masih dipatok Rp 28 ribu per kg.

"Kalau harga ikan yang lain masih stabil, seperti ikan tenggiri masih Rp 35 ribu per kilogramnya," ucap Mugari.

Sementara itu, nelayan Pantai Samas lainnya, Mistok menaruh harapan besar pada Imlek tahun ini. Pasalnya Imlek tahun 2020 merupakan masa paceklik bagi nelayan.

"Semoga tahun ini banyak permintaan ikan bawal lautnya, karena tahun kemarin kan pas lagi ramai-ramainya Corona di China jadi tidak ada ekspor ikan laut ke sana (China)," ujarnya.

Hal tersebut membuat penjualan ikan bawal laut hanya bisa mencakup pasar lokal dengan harga yang terbilang anjlok. Mengingat minat ikan bawal laut di pasar lokal tidak setinggi di China.

"Tahun kemarin itu tangkapan ikan untuk ekspor tidak bisa dikirim terus harga jatuh. Ya akhirnya hanya dikonsumsi untuk lokalan saja," ujarnya.

Optimismenya juga kian meningkat karena saat ini sudah dilakukan vaksinasi COVID-19 di berbagai negara. Hal itu, kata Mistok dapat membuka kembali keran ekspor ikan bawal laut ke negeri Tirai Bambu.

"Untuk Imlek tahun ini sudah kembali normal dan pedagang yang melayani perusahaan ekspor ikan laut sudah berani membeli ikan bawal laut dengan harga tinggi," katanya.

(ara/ara)