Tarifnya Naik, Jalan Tol Terancam Ditinggal Kendaraan Logistik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 15:29 WIB
Tiga hari menjelang lebaran, arus lalu lintas di KM 9 dan KM 13 Tol Jakarta Cikampek terpantau lancar. Pengendara bisa melenggang di jalan tol tersebut.
Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Pengusaha logistik buka suara soal kenaikan tarif pada beberapa jalan tol di Pulau Jawa. Per hari ini ada sembilan ruas jalan tol yang tarifnya mengalami penyesuaian.

Ketua umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan tarif tol yang semakin mahal akan memberatkan ongkos operasional kendaraan logistik. Sebelum tarif naik saja dia mengaku sudah banyak yang merasa keberatan dengan tarif yang ada.

Dia pun mengatakan bukan tidak mungkin, kenaikan tarif ini akan membuat kendaraan logistik menghindari jalan tol.

"Kenaikan (tarif) tol di Jawa akan membuat truk logistik menghindari jalur tol, sebelum naik saja sudah berat untuk angkutan logistik," kata Zaldy kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Zaldy juga menilai beberapa jalan tol yang naik tarifnya merupakan jalan-jalan tol yang baru dibuka. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini perekonomian masyarakat juga sedang sulit.

"Seharusnya pemerintah belum menaikkan tarif tol beberapa ruas di Jawa, karena masih relatif baru digunakan dan sedang dalam masa pandemi yang berdampak pada ekonomi," ujar Zaldy.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai ada baiknya kenaikan tarif tol tidak diberlakukan untuk kendaraan umum dan kendaraan logistik.

Hal itu dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat. Pasalnya, bila tarif kendaraan umum dan logistik naik, imbasnya berupa kenaikan harga di tengah masyarakat.

"Baiknya begini, angkutan logistik atau angkutan umum itu dibedakan, atau nggak perlu naik. Kan mereka implikasinya ke harga-harga di konsumen akhir, jadi nggak ganggu harga beli," kata Tulus.

(dna/dna)