Tarif Tol Ramai-ramai Naik di Tengah Pandemi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 08:30 WIB
Kendaraan melintasi Tol Jakarta Cikampek di KM 11, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).  Tarif Tol Jakarta-Cikampek (Japek) bakal naik. Tarifnya bakal diintegrasikan dengan tarif Tol Japek Elevated II yang selama ini masih belum dikenakan tarif.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sederet ruas tol mengalami penyesuaian tarif sejak kemarin, setidaknya ada 9 jalan tol yang tarifnya naik di Pulau Jawa. Beberapa pihak memaparkan dampak kebijakan kenaikan tarif tol ini.

Ketua umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan tarif tol yang semakin mahal akan memberatkan ongkos operasional kendaraan logistik. Sebelum tarif naik saja dia mengaku sudah banyak yang merasa keberatan dengan tarif yang ada.

Dia pun mengatakan bukan tidak mungkin, kenaikan tarif tol ini akan membuat kendaraan logistik menghindari jalan bebas hambatan itu.

"Kenaikan (tarif) tol di Jawa akan membuat truk logistik menghindari jalur tol, sebelum naik saja sudah berat untuk angkutan logistik," kata Zaldy kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

"Biaya transportasi lewat tol hampir 30% dari biaya angkutan, memang sudah pasti lewat tol akan lebih cepat 1 hari," lanjutnya.

Zaldy juga menilai beberapa jalan tol yang naik tarifnya merupakan jalan-jalan tol yang baru dibuka. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini perekonomian masyarakat juga sedang sulit.

"Seharusnya pemerintah belum menaikkan tarif tol beberapa ruas di Jawa, karena masih relatif baru digunakan dan sedang dalam masa pandemi yang berdampak pada ekonomi," ujar Zaldy.

Selanjutnya
Halaman
1 2