3 Babak Aksi Kejar-kejaran Bea Cukai Vs Mafia Rokok Ilegal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 18:30 WIB
Patroli Laut Bea dan Cukai
Foto: Patroli Laut Bea dan Cukai (Istimewa/be dan cukai)
Jakarta -

Aksi kejar-kejaran terjadi antara Satgas patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan, dengan mafia penyelundup rokok ilegal.

Kejadian kejar-kejaran terjadi dengan target 4 buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak yang membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Keempat kapal itu menjadi obyek yang dikejar oleh Satgas patroli laut Bea Cukai. Bagaimana kisahnya?

1. Awal Mula Pengejaran

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan petugas atas adanya pergerakan empat HSC yang beriringan dan cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh. Petugas kemudian sudah melakukan pembuntutan sejak dari perairan Pulau Medang Lingga. Namun, petugas tidak berhasil melakukan pencegatan.

"Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal patroli Bea Cukai kembali mengidentifikasi keberadaan HSC yang membawa rokok ilegal di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Setelah meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhi dan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas," ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat dalam siaran persnya, Sabtu (16/1/2021).

Mendapati keempat HSC tersebut melakukan perlawanan, petugas Bea Cukai memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC disebut tidak memperdulikan.

Kapal Bea Cukai 10009 terus melakukan pengejaran terhadap HSC yang masuk ke arah Sungai Belah.

"HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air," kata Syarif.

Selanjutnya
Halaman
1 2