Pebisnis Denmark Rugi Jutaan US$

Buntut Kartun Nabi

Pebisnis Denmark Rugi Jutaan US$

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2006 10:33 WIB
Jakarta - Pemuatan Kartun Nabi Muhammad harus dibayar mahal pebisnis Denmark. Perusahaan-perusahaan Denmark bahkan ada yang harus mengalami rugi lebih dari US$ 1 juta per hari akibat boikot dari negara-negara Islam.Misalnya saja perusahaan susu Denmark Arla Food. Salah satu perusahaan terbesar di Eropa ini tercatat mengalami kerugian terbesar. Juru bicara Arla Food, Astrid Gade Nielsen seperti dilansir AP, Selasa (7/2/2006) memperkirakan, pihaknya mengalami rugi hingga US$ 1,6 juta per hari akibat aksi boikot tersebut. Perusahaan patungan Denmark-Swedia ini bahkan telah memasang iklan untuk menjawab boikot. Arla memiliki penjualan sebesar US$ 430 juta per tahun di Timur Tengah dengan pekerja di wilayah tersebut mencapai 1.000 orang. Timur Tengah merupakan pasar utama di luar Eropa. Sementara perusahaan mainan anak-anak Denmark Lego mengaku hanya sedikit terpengaruh oleh boikot negara Islam itu. "Pasar kami di wilayah tersebut sangat kecil," ujar juru bicara Lego Charlotte Simonsen. Simonsen juga menegaskan bahwa Lego bukanlah merek Denmark, tapi sebuah merek internasional. Sementara perusahaan perjalanan wisata Denmark terpaksa membatalkan sejumlah perjalanan ke Yunani, Maroko dan Tunisia menyusul peringatan dari Menlu Denmark untuk menghindari negara Muslim. Padahal saat ini sudah mulai memasuki musim liburan sekolah.Sejumlah perusahaan perjalanan wisata pun mulai mengembalikan uang para pelancong yang sudah memesan liburan ke Timur Tengah. "Kita berbicara sekitar jutaan," ujar Asosiasi Travel Denmark Lars Thykier. Barang-barang produksi Denmark yang diboikot sekitar 20 negara Islam nilainya mencapai US$ 10 miliar per tahun. "Namun demikian, pengaruhnya terhadap makro ekonomi kemungkinan lebih kecil," ujar Steen Bocian, kepala analis Danske Bank. Pada tahun 2004, ekspor Denmark ke seluruh dunia mencapai 452 miliar kroner atau sekitar US$ 73 miliar. Dari jumlah tersebut 25 persennya merupakan produk susu dan turunannya.Namun juru bicara Konfederasi Industri Denmark Marianne Castenskiold menyatakan, terlalu dini untuk mengatakan seberapa besar pengaruh boikot terhadap industri yang diwakili oleh perusahaan-perusahaan terkemuka itu. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads