3 Fakta Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 T

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 17:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 6.074,56 triliun hingga Desember 2020, naik Rp 136,92 triliun dari posisi Rp 5.910,64 triliun di November.

Berikut fakta-fakta utang pemerintah dikutip data APBN KiTa Edisi 2020, Selasa (19/1/2021):

1. Total Pinjaman Rp 852,91 T

Utang pemerintah berasal dari 2 dari, yakni surat berharga negara dan pinjaman. Untuk pinjaman nilainya sebesar Rp 852,91.

Porsi pinjaman, rinciannya bilateral Rp 333,76, multilateral Rp 464,21 triliun, dan commercial banks Rp 42,97 triliun.

2. Total Surat Berharga Rp 5.221,65 T

Utang yang bersumber dari surat berharga sebesar Rp 5.221,65 triliun. Jika dirincikan kembali, surat berharga negara dari domestik terdiri dari surat utang negara Rp 3.303,78 dan surat berharga syariah negara Rp 721,84 triliun.

Lalu, ada valas di surat utang negara Rp 946,37 triliun dan surat berharga syariah negara Rp 249,66 triliun.

3. Utang Naik Rp 1.257 T

Kementerian Keuangan turut mencatat utang pemerintah bertambah Rp 1.257 triliun selama 2020. Dibandingkan posisi akhir Januari yang sebesar Rp 4.817,5 triliun, utang pemerintah naik Rp 1.257 triliun.

Total utang pemerintah yang mencapai Rp 6.074,56 triliun ini jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan Rp 136,92 triliun dari posisi Rp 5.910,64 triliun. Dengan begitu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,68%.

(toy/zlf)