Anak Usaha BUMN Genjot Produktivitas Jagung, Begini Caranya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 20:15 WIB
Jagung berjamur
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia mencanangkan program Agro Solution yang ditandai dengan tanam perdana jagung pada lahan seluas 108 hektare (ha) di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/1).

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa Agro Solution merupakan program terobosan holding PT Pupuk Indonesia (Persero) yang mengusung konsep usaha pertanian dari hulu hingga hilir untuk menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah pandemi COVID-19, melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

"Dalam program ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16.000 hektare, atau 32% dari total target Pupuk Indonesia Grup seluas 50.000 hektare," ujar Digna, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tanam perdana jagung di Lombok Timur ini merupakan pilot project bagi Petrokimia Gresik, di mana keberhasilannya akan diduplikasi di daerah lainnya.

Selama ini, petani masih berhadapan dengan banyak kendala dalam menjalankan usahanya, seperti rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih dan lainnya) tidak terjangkau, minimnya akses ke lembaga keuangan, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya.

"Untuk itu melalui program ini, Petrokimia Gresik bersama mitra akan melakukan pendampingan intensif bagi petani dalam menjalankan usaha pertanian dengan memberikan jaminan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian," ujar Digna.

Pendampingan ini dilakukan bersama Aliansi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penyedia asuransi pertanian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai penyedia permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bisi Internasional sebagai penyedia benih jagung, serta PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) sebagai off taker hasil pertanian di Lombok Timur.

Selanjutnya
Halaman
1 2