Cuan Selama Pandemi, Netflix Raup Rp 350 T di 2020

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 15:15 WIB
ISTANBUL, TURKEY - MARCH 23:  The Netflix App logo is seen on a television screen on March 23, 2018 in Istanbul, Turkey. The Government of Turkish President Recep Tayyip Erdogan passed a new law on March 22 extending the reach of the countrys radio and TV censor to the internet.  The new law will allow RTUK, the states media watchdog, to monitor online broadcasts and block content of social media sites and streaming services including Netflix and YouTube. Turkey already bans many websites including Wikipedia, which has been blocked for more than a year. The move came a day after private media company Dogan Media Company announced it would sell to pro-government conglomerate Demiroren Holding AS. The Dogan news group was the only remaining news outlet not to be under government control, the sale, which includes assets in CNN Turk and Hurriyet Newspaper completes the governments control of the Turkish media.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Netflix/Foto: Chris McGrath/Getty Images
Jakarta -

Selama pandemi Corona (COVID-19) melanda di 2020, permintaan layanan streaming Netflix melonjak. Pendapatan Netflix selama setahun mencapai US$ 25 miliar setara Rp 350 triliun (kurs Rp 14.030).

Mengutip BBC, Rabu (20/1/2021) pendapatan itu juga seiring kenaikan laba perusahaan. Perusahaan melaporkan laba yang dikantongi hampir US$ 2,8 miliar. Kenaikan harga langganan Netflix pun tidak mempengaruhi jumlah pelanggan.

Netflix sekarang memiliki lebih dari 200 juta pelanggan, naik lebih dari 30% dari 2019. Sekitar 37 juta orang berlangganan baru pada tahun lalu, termasuk bertambah 8,5 juta dalam tiga bulan terakhir saja.

Kenaikan biaya langganan di AS, Inggris, dan negara lainnya juga membantu menaikkan 24% pendapatan kuartal terakhir di 2020 menjadi US$ 6,6 miliar, sementara laba mencapai US$ 542 juta.

Dengan keuntungan yang Netflix dapatkan selama setahun kemarin, perusahaan berharap tidak lagi harus meminjam untuk membiayai dan mengembangkan layanannya.

Perusahaan juga berharap bisa menggunakan keuntungannya untuk membeli kembali sahamnya. Kini saham Netflix naik 9% usai perusahaan melaporkan penghasilannya selama setahun.

Tahun lalu lebih dari 80% pelanggan baru berasal dari luar AS dan Kanada, Eropa sendiri menjadi wilayah yang paling menyumbang banyak pelanggan baru. Kenaikan itu didapat oleh Netflix sebab layanan itu terus meningkatkan film dari berbagai negara dan memfasilitasi berbagai bahasa untuk memikat minat banyak wilayah di dunia.

Seperti beberapa film berbahasa Prancis kini menuai kesuksesan di Netflix. Judul-judul seperti Lupin, Bridgerton, Tiger King, dan Money Heist menjadi trending di Netflix.

Perusahaan yang memelopori streaming sejak ini 2007 telah memiliki lebih dari 500 judul film. Di 2021 Netflix berencana merilis setidaknya satu film per minggunya selama setahun.

Keuntungan yang didapat Netflix ini disebut berdasarkan materi atau film-film baru yang terus digenjot Netflix. Sementara perusahaan lain, seperti Disney, Viacom, HBO, dan lainnya, berupaya lebih keras dalam penawaran streaming mereka.

(ara/ara)