Sri Mulyani: Hampir Semua Universitas Islam Dibangun Pakai Utang Syariah

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 15:05 WIB
Sri Mulyani Indrawati menjadi satu-satunya wanita yang menduduki kursi Menteri Keuangan Republik Indonesia. Ahli ekonomi itu pun bercerita kisahnya di Hari Kartini ini.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hampir seluruh pembangunan universitas islam menggunakan pembiayaan yang berasal dari surat berharga syariah negara (SBSN). Pemanfaatan SBSN sebagai sumber pembiayaan sudah dimulai sejak 2013.

Hingga 2020, Sri Mulyani menyebut sudah ada delapan kementerian/lembaga (K/L) yang memanfaatkan SBSN sebagai sumber dana pembangunan proyek di bidangnya masing-masing, salah satunya Kementerian Agama.

"Di Kementerian Agama, termasuk yang cukup giat untuk membangun. Hampir semua Universitas Islam Indonesia, dulu namanya IAIN, sekarang menjadi Universitas Islam, itu hampir semuanya dibangun menggunakan SBSN," kata Sri Mulyani dalam forum kebijakan pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Sri Mulyani menyebut, total pendanaan pembangunan proyek yang berasal dari SBSN tercatat Rp 145,84 triliun sejak tahun 2013. Untuk tahun 2021, pemerintah mengalokasikan pembiayaan SBSN untuk proyek sebesar Rp 27,58 triliun untuk 847 proyek yang tersebar di 34 provinsi.

Menurut Sri Mulyani, pembiayaan yang berasal dari SBSN ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan baru maupun renovasi gedung-gedung sekolah maupun kampus yang berada di sektor keagamaan.

Meski demikian, Sri Mulyani meminta kepada para pimpinan K/L untuk tetap menjaga serta mengawasi kualitas dari pembangunan proyek tersebut.

"Sehingga kita bisa perbaiki kampus dan bisa terus menjaga kehati-hatian, karena SBSN itu surat utang sebetulnya. Artinya proyeknya dibiayai dengan utang, tapi dengan utang yang terus kita jaga," ungkap Sri Mulyani.

(hek/fdl)