Amazon Minta Joe Biden Karyawannya Jadi Prioritas Vaksinasi COVID-19

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 09:28 WIB
President Joe Biden, center, smiles after speaking at the 59th Presidential Inauguration at the U.S. Capitol in Washington, Wednesday, Jan. 20, 2021. (Kevin Dietsch/Pool Photo via AP)
Foto: AP/Kevin Dietsch
Jakarta -

Raksasa e-commerce Amazon tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang baru saja dilantik. Lewat sebuah surat, Amazon meminta karyawannya menjadi prioritas dalam rencana vaksinasi COVID-19.

Surat itu ditulis oleh Eksekutif Amazon, Dave Clark yang dikirim, Rabu (20/1). Clark mengungkap 800 ribu karyawannya di AS harus menerima vaksin lebih awal. Sebab menurut Clark, karyawannya memegang peran penting untuk memenuhi permintaan konsumen di masa pandemi ini.

Dikutip dari CNN, Kamis (21/1/2021) permintaan itu juga seiring dengan tawaran Amazon yang menawarkan bantuan untuk memvaksinasi 100 juta orang AS dalam 100 hari pertama pada awal Biden menjabat.

Dalam tawaran itu pula Clark juga menuliskan, perusahaan siap untuk mengerahkan kemampuan dan keahlian dalam operasi, teknologi informasi, dan komunikasi untuk mendistribusikan vaksin COVID-19.

"Jangkauan yang kami miliki memungkinkan bisa membuat dampak yang berarti dalam perang melawan COVID-19, dan kami siap membantu Anda (Joe Biden) dalam upaya ini," tulis Clark.

Ini bukan pertama kalinya Amazon mengajukan permintaan vaksinasi awal untuk karyawannya. Desember lalu, Clark juga pernah menulis surat kepada Komite Penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk Praktik Imunisasi.

Saat itu permintaan serupa juga diajukan oleh perusahaan layanan antar jemput, Uber dan Federasi Ritel Nasional, yang mengadvokasi industri ritel.

Permintaan Amazon ke Joe Biden ini dibuat karena perusahaan memprioritaskan keselamatan karyawannya yang selama pandemi ini harus tetap bekerja untuk memenuhi permintaan konsumen. Selama berbulan-bulan karyawan harus menghadapi COVID-19.

Hingga pada bulan Oktober lebih dari 19.000 karyawan AS di Amazon dan Whole Foods terdeteksi positif Corona. Amazon pun sempat mendapat kecaman karena dianggap tidak mementingkan karyawannya di masa pandemi.

(fdl/fdl)