Babak Baru Antam Vs Budi Said, Crazy Rich yang Gugat 1,1 Ton Emas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 06:30 WIB
Konglomerat Budi Said yang menggugat Antam 1,1 ton emas
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Perkara yang menimpa PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (Persero) memasuki babak baru. Antam mengajukan banding atas hukuman ganti rugi 1,1 ton emas atau setara Rp 817 miliar yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hukuman itu merupakan hasil gugatan yang dimenangkan konglomerat atau crazy rich Surabaya Budi Said.

Kuasa hukum Antam, Harry Ponto dari Kantor Advokat Kailimang & Ponto mengatakan, proses pengajuan bandung telah dilakukan di PN Surabaya.

"Saat ini tim kami sudah di Surabaya untuk melakukan proses banding. Semoga berjalan lancar karena PN Surabaya sedang lockdown pasca keluarnya putusan yang menghukum Antam," ungkap Harry melalui pernyataan resmi yang diterima detikcom, Kamis (21/1/2021).

Latar Belakang Gugatan Budi

Adapun gugatan yang dilayangkan Budi kemudian dikabulkan PN Surabaya berawal dari transaksi emas di Butik Emas Surabaya pada tahun 2018. Kala itu, Budi bertemu pimpinan Antam Surabaya untuk membeli emas.

Budi sepakat membeli 7 ton emas seharga Rp 3,9 triliun dari pimpinan Antam Surabaya tersebut. Budi kemudian melunaskannya dengan 73 kali transfer ke rekening Antam.

Namun, Budi mengaku hanya menerima 5.935 kg atau sekitar 5,9 ton emas. Ia tak menerima 1.136 kg atau setara 1,1 ton emas sisanya seperti yang diharapkan. Setelah itu, Budi mempolisikan kasus itu ke jalur pidana, dan juga jalur perdata.

Untuk kasus pidana, telah diadili dan dinyatakan melakukan tindak pidana penipuan yaitu Kepala Butik Cabang Surabaya I, Endang Kumoro dan dua lainnya adalah Misdianto dan Ahmad Purwanto. Endang dihukum 2,5 tahun penjara, Misdianto 3,5 tahun penjara, dan Ahmad Purwanto 1,5 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2