Perusahaan Pengiriman Bahan Makanan Ini PHK Ribuan Pekerjanya

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 10:41 WIB
Pengangguran
Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Layanan pengiriman bahan makanan asal Amerika Serikat (AS), Instacart berencana memangkas pekerjanya sebanyak 1.800 pekerja. Pemangkasan ini dilakukan terhadap karyawan yang bekerja sebagai pedagang grosir di cabang lokal perusahaan, toko Mariano di Skokie, Illinois dan toko Kroger.

Rencana ini diumumkan melalui surat yang dilayangkan oleh perwakilan pengacara ketenagakerjaan Instacart. Dalam surat itu tertulis alasan pemangkasan ini, karena sebagian besar pekerja hanya memanfaatkan platform Instacart saja untuk kepentingan bisnis mereka bukan untuk perusahaan.

"Sebagai hasil dari beberapa pedagang grosir yang beralih ke model Pilihan Mitra, kami akan menghentikan operasi di dalam toko kami di lokasi pengecer tertentu selama beberapa bulan mendatang," kata perusahaan, dikutip dari CNN, Jumat (22/1/2021).

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pembeli di dalam toko melalui transisi ini," tambah perusahaan.

Sementara pihak Kroger mengatakan tidak terlibat dalam keputusan Instacart. Kroger menegaskan jika korban PHK membutuhkan pekerjaan lain, perusahaan memiliki ribuan lowongan yang tersedia.

"Keluarga perusahaan Kroger tidak terlibat dalam keputusan Instacart untuk menangguhkan model operasi di dalam tokonya. Bagi mereka yang mencari peluang karir, kami memiliki ribuan peran ritel yang tersedia," kata juru bicara Kroger.

Instacart di Mariano's di Skokie sendiri sebelumnya memiliki 10 ribu pekerja grosir dan kini sebagian akan dipangkas. Pemberhentian tersebut memperjelas bahwa Instacart, yang menambahkan ratusan ribu pekerja kontrak selama pandemi, telah memikirkan kembali hubungannya dengan beberapa pedagang grosirnya.

Menanggapi pemangkasan pekerja grosir, Kroger mengatakan akan membantu para pekerja untuk menjadi pekerja kontrak. Meski tidak akan mendapatkan tunjangan atau perlindungan sama seperti karyawan, mereka akan mendapatkan US$ 250 hingga US$ 750 berdasarkan masa kerja.

Bisnis Instacart telah berkembang pesat selama pandemi, mengirimkan valuasi privatnya melonjak, dan perusahaan tersebut diharapkan untuk go public tahun ini.

(eds/eds)