Erick Thohir: 3,5 Juta Pekerja RI Dirumahkan, 53% Usia Produktif

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 15:03 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan sambutan sebelum menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Kerja sama ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah membuat 3,5 juta pekerja RI dirumahkan. Ironisnya 53% merupakan pekerja di usia produktif. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pandemi COVID-19 telah membuat seluruh kalangan pengusaha tertekan, termasuk UMKM. Alhasil badai PHK tidak bisa terhindarkan.

Erick memaparkan saat ini ada sekitar 3,5 juta pekerja yang dirumahkan. Ditambah lagi ada 3 juta angkatan kerja baru yang membutuhkan pekerjaan.

"Kalau kita lihat dari survei hari ini yang baru saja keluar berdasarkan data-data 53% ada usia kurang lebih 18 sampai 30 yang sangat produktif," ucapnya dalam acara Munas Masyarakat Ekonomi Syariah ke-7, Jumat (22/1/2021).

Banyaknya angkatan kerja di usia produktif yang kehilangan pekerjaan tentu menjadi masalah pelik yang harus diselesaikan. Oleh karena itu menurut Erick dibutuhkan sebuah program yang mampu menyelesaikan masalah itu.

"Sudah seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan," tambah Erick Thohir.

Bagi Masyarakat Ekonomi Syariah menurut Erick juga bisa berperan dalam menyelesaikan hal itu. Ada beberapa potensi yang masih bisa dikembangkan, salah satunya industri halal.

Halal food menurut Erick memiliki peningkatan yang luar biasa. Sayangnya Indonesia saat ini masih menjadi market bukan menjadi produsen.

"Apalagi ada perubahan sendiri di makanan ini. Banyak sekarang juga ada tren makanan-makanan baru yang directionnya lebih menuju kepada kesehatan. Ini yang harus diantisipasi," jelas Erick Thohir.

Lanjut halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2