Terpopuler Sepekan

Cerita Eks Bos Disc Tarra yang Sekarang Jadi Petani Sayur

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 15:00 WIB
Wirawan Hartawan
Foto: Wirawan Hartawan
Jakarta -

Menjadi petani sayur adalah jalan ninja Wirawan Hartawan setelah ia divonis tak bisa sembuh dari penyumbatan otak di sebelah kirinya. Hal ini karena sudah banyak dokter yang ia datangi, namun tak ada yang bisa membantunya menuju kesembuhan.

Wirawan sebelumnya memimpin Tarra Group (Grup yang menaungi Disc Tarra) namun dia akhirnya memutuskan untuk menutup seluruh toko dan memberhentikan 1.800 pegawai.

Sayur-sayuran menjadi penolong Wirawan di kala sakit. Ia mengonsumsi sayuran dan kondisi tubuhnya berangsur membaik.

Penyakitnya bisa dibilang oleh-oleh saat dia masih bekerja di industri musik yakni di yang tak kenal waktu dan pola makan yang buruk.

Ia juga sempat mempelajari ilmu bertani di berbagai negara seperti Belanda, Prancis, Amerika Serikat (AS), Israel, Jepang, Taiwan, China, Malaysia, Bangkok sampai Turki.

Anak pertama dari 3 bersaudara ini menceritakan, perubahan yang terjadi dalam hidupnya sangat cepat dengan makan-makanan sehat tersebut.

"Dari situ saya merasa Tuhan sudah baik, saya janji dan bilang Tuhan, tadinya saya sudah mau mati dan tidak ada obat tapi sekarang saya semakin sehat makanya saya masuk pertanian dan mengajari orang-orang gaya hidup sehat," jelas dia.

Wirawan menyebutkan hal yang dia pelajari adalah jika hidup sehat adalah menyeimbangkan kerja organ inti agar bisa berjalan sempurna.

"Dulu kalau saya ngajarin orang nyanyi atau di musik, sekarang saya sayuran, pertanian, makan sehat nomor satu," imbuh dia.

Dia mulai mendirikan greenhouse untuk menjadi laboratorium eksperimen bercocok tanam menggunakan hidroponik. Ini yang merupakan awal Hydrofarm.

Selama 5 tahun dia bersama anak-anaknya membangun smart system untuk hydroponik. "Saya belum jualan, saya masih eksperimen dulu," ujarnya.

Dia menyebutkan dirinya juga mempelajari teknik-teknik pertanian di beberapa wilayah di Indonesia. Menurut dia saat itu teknologi pertaniannya masih sangat tradisional dan ketinggalan berpuluh-puluh tahun.

Sekarang dia berupaya mengajak para petani untuk memajukan sektor pertanian agar bisa menghasilkan kualitas yang bagus. Menurut dia pertanian di Indonesia masih perlu sama-sama dibangun.

Hydrofarm sendiri berasal dari Hydro yang berarti air dan Farm pertanian. Di sini dia berkomitmen menciptakan kesadaran hidup sehat melalui pertanian hidroponik yang tepat.

Kemudian keahlian dan teknologi tinggi digabungkan untuk memberikan kualitas terbaik dalam sistem dan produksi hidroponik. Hydrofarm Indonesia saat ini memasok produk pertanian dan perkebunan hidroponik terbesar di Indonesia. Selain itu Hydrofarm juga menyediakan berbagai kebutuhan hidroponik baik skala kecil maupun besar.

Saat ini Hydrofarm Indonesia memiliki anak perusahaan yang bergerak di dalam dunia kesehatan dan produk organik seperti Eat Me Brand dan Suka yang pemasarannya melalui sosial media Instagram @eatmebrand.id, @hydrofarmindonesia dan @sukaorganic. Selain itu juga ada website hydrofarm.co.id.

(kil/eds)