GeNose Masuk Stasiun 5 Februari, Selanjutnya Disebar ke Bandara

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 16:16 WIB
Kemenristek menyerahkan alat GeNose C19 buatan UGM ke Menko PMK, Muhadjir Effendy. Dalam kesempatan itu, Muhadjir berharap alat tersebut dapat diproduksi massal
Foto: Dok. Kementerian Perhubungan
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan GeNose akan dipasang di seluruh stasiun kereta. GeNose merupakan alat canggih buatan para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mampu mendeteksi COVID-19 melalui embusan napas.

Rencana tersebut disampaikan usai bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan penggunaan GeNose di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta.

"Hari ini pak Menko Luhut memberikan dukungan yang luar biasa dengan mencoba langsung. Kami akan mendorong penggunaan alat ini di simpul-simpul transportasi umum," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan, Sabtu (23/1/2021).

Rencana penggunaan GeNose di stasiun kereta sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan, UGM, dan Satgas Penanganan COVID-19.

"Kami sudah berkomunikasi dengan satgas penanganan COVID-19 dan akan segera ditindaklanjuti dengan surat persetujuan untuk penggunaan di simpul-simpul transportasi umum," katanya.

"Selanjutnya Kemenhub akan membuat Surat Edaran (SE) kepada para operator transportasi. Kita rencanakan penggunaannya sudah dimulai pada 5 Februari 2021 pada Stasiun KA terlebih dahulu, baru kemudian bertahap selanjutnya di Bandara," tambahnya.

Dapat diketahui, alat tes Corona (COVID-19) buatan anak bangsa GeNose dirilis sebanyak 3.000 unit pada bulan Februari. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Produksi Konsorsium GeNose C19 Eko Fajar Prasetyo.

GeNose adalah alat deteksi virus Corona (COVID-19) lewat hembusan nafas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM). Produk tersebut dalam waktu dekat bisa digunakan untuk tes virus Corona.

"Untuk target Februari, kami sekarang sedang menghitung, kami target Februari 3.000 rilis Insyaallah," kata dia dalam webinar, kemarin Jumat (15/1/2021).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ristek/BRIN Ali Ghufron Mukti mengatakan GeNose dijual Rp 62 juta. "Kira-kira berapa harga jual alat ini? ini Rp 62 juta lah alatnya," sebutnya.

(hek/hns)