Banjir Besar di Kalsel, 46.235 Ha Lahan Pertanian Jadi Korban

Muhammad Risanta - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 23:55 WIB
Foto udara kondisi Desa Alat pascabanjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu (20/1/2021). Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (13/1) malam tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan jalan rusak parah serta sembilan orang dinyatakan meninggal dunia dan enam orang lainnya hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Nova/Bay/wsj.
Foto: TNI AL datangi permukiman terisolir banjir di Banjar, Kalsel (M Risanta/detikcom)
Jakarta -

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membeberkan 46.235 hektare (ha) lahan pertanian terdampak bencana banjir. Berdasarkan kalkulasi produksi padi, Kalsel telah kehilangan sekitar 200 ribu ton.

Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan banjir di Kalsel merontokkan pertanian. Meskipun begitu dampak banjir terbesar sepanjang sejarah ini tidak berpengaruh besar bagi kelangsungan persediaan padi di daerah ini.

Hanya saja mengurangi nilai produksi pertanian secara keseluruhan, karena produksi mengalami pengurangan 200 ton. Untuk sektor pertanian, lahan yang terdampak di Kalsel terdiri dari lahan tanaman pertanian, padi, jagung dan lain dan lain termasuk perkebunan adalah seluas 46.235 ha

"Tetapi jangan khawatir, 200 ribu ton itu sangat kecil karena surplusnya di 2 juta ton. Empat bulan ke depan, kita masih aman karena pak gubernur selalu memberikan arahan kepada bupati untuk persiapan di lumbung pangan dan stok pangan sudah tersedia, " terang Syamsir Rahman usai melepas bantuan Kementerian Pertanian Untuk Korban Banjir di Kalsel, Sabtu (23/01/2021).

Syamsir pun menjamin empat bulan ke depan stok padi dan hasil pertanian lainnya masih aman. Pihaknya sendiri akan melakukan penanaman kembali empat bulan mendatang dan panen kembali. Panen padinya tidak hanya 200 ribu ton namun sekitar 600 ton. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalsel memprediksikan sampai akhir tahun Kalsel akan surplus.

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons musibah banjir besar yang melanda Kalsel. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan langsung mendata total lahan yang terendam banjir dan mengirimkan bantuan bagi petani Kalsel yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut berupa benih bibit padi secara gratis sebanyak 50 ribu hektare. Pemerintah juga akan memperbaiki dan mengganti rumah penyuluh dan balai penyuluh pertanian yang rusak berat karena banjir.

"Bantuan bagi petani menurut kami sangat penting karena usaha pertanian lah yang bisa bertahan di masa COVID-19 ini. iUntuk infrastruktur lainnya, termasuk untuk pengolahan lahan, kementan siap memberikan bantuan alat mesin pertanian," kata Syamsir Rahman yang mengantar langsung bantuan kementerian pertanian ke 10 kabupaten dan kota di Kalsel.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Provinsi Kalsel, Sabtu (23/01/2021). Bantuan sebanyak 20 truk berisi makanan dan kebutuhan harian itu didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota. Pemprov Kalsel juga menurunkan armada mobil yang mengangkut bantuan logistik sebanyak 5600 koli untuk warga terdampak banjir

Penyerahan bantuan dari Kementan dilakukan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza yang mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kepada Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor di halaman Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalsel, Sabtu (23/01/2021).

(hns/hns)