Sandiaga Ungkap Industri Pariwisata Butuh 4 Tahun Buat Pulih

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 11:03 WIB
Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Ajak Animator Rangkul Pengrajin Seni Lokal Bergerak Bersama
Foto: (Kemenparekraf)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan industri pariwisata butuh waktu 3-4 tahun untuk pulih dari hantaman pandemi COVID-19.

Dia menjelaskan kondisi industri pariwisata belum bisa kembali ke titik normal sampai tiga pilar utama penanganan pandemi dilakukan secara baik dan disiplin, yakni proses vaksinasi, 3 T (testing, tracing, and treatment), serta 3 M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker).

"Prediksi kami, butuh waktu 3-4 tahun bagi industri pariwisata untuk pulih seperti sedia kala," kata Sandiaga dikutip Minggu (24/1/2021).

Mantan calon wakil presiden itu menyampaikan hal tersebut dalam sharing session bertajuk "Creative Economic and Health Policies Post Covid" di acara Global Networking Night. Itu diselenggarakan oleh Harvard Club of Indonesia (HCI), yaitu perkumpulan Alumni Harvard University, Cambridge, Massachusetts di Indonesia.

Akibat industri pariwisata yang terpuruk oleh pandemi COVID-19, ada 30 juta pekerja di sektor tersebut yang terdampak. Oleh karena itu, dia menjelaskan pemerintah sedang menyiapkan stimulus di sektor pariwisata. Harapannya, sektor tersebut segera bangkit setelah dihantam pandemi.

"Prioritas kami sekarang adalah berupaya bersama K/L terkait mulai merencanakan program-program stimulus agar pariwisata ekonomi kreatif kita bisa segera bangkit, karena nasib lebih dari 30 juta pekerja sektor ini tergantung padanya" ujarnya.

Sandi melanjutkan, saat ini kementeriannya tengah fokus untuk memastikan implementasi protokol kesehatan secara disiplin pada seluruh lini industri pariwisata dan ekonomi kreatif, sambil mempersiapkan program-program penanggulangan dampak pandemi pada sektor Parekraf.

Dukungan yang diberikan di antaranya memfasilitasi akomodasi kepada para tenaga medis dan pasien yang harus dikarantina.

Dalam kurun 6-12 bulan ke depan, Kemenparekraf akan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara. Selain itu, upaya membangun ekosistem wisata kesehatan (healthy tourism), digital, dan berkelanjutan akan dilakukan seiring mulai bergesernya minat masyarakat untuk melancong ke objek-objek wisata alam dan budaya.

Selama masa pemulihan, Sandi menjelaskan pihaknya akan fokus mempersiapkan serta meningkatkan infrastruktur dan kapasitas SDM industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang memungkinkan lapangan kerja akan tercipta dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas layanan pariwisata di berbagai destinasi juga dilakukan supaya Indonesia siap mengantisipasi jika terjadi ledakan jumlah wisatawan di masa pasca-pandemi

"Saya prediksi minat masyarakat untuk melakukan wisata dan melakukan kegiatan yang ramah kesehatan seperti yoga, bersepeda, dan triathlon akan semakin populer ke depannya. Kemudian, kita harus mulai membangun ekosistem digital untuk industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Satu tahun ke depan adalah saatnya bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut booming tourism yang akan datang," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Harvard Club of Indonesia (HCI) Melli Darsa mengatakan kesiapan sektor kesehatan menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan terhadap upaya pemerintah segera memulihkan industri kreatif dan pariwisata yang menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.

"Vaksin memang menjadi game changer. Dengan adanya vaksin dan vaksinasi telah dimulai di sejumlah negara termasuk Indonesia, kita bisa mulai segera menyusun strategi post-pandemic period, terutama untuk membangun kembali ekonomi dan kehidupan masyarakat, dan tentunya bagaimana roadmap dan strategi untuk memulihkan kembali sektor periwisata yang adalah salah satu primadona ekonomi nasional, ujar Melli.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi itu menambahkan bahwa dalam post-pandemic period ini harus fokus pada tiga hal, yakni menyelamatkan lebih banyak nyawa, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan keberlanjutan dari pemulihan ekonomi pasca pandemi sampai dunia bisa benar-benar mengendalikan pandemi ini.

(toy/zlf)