Pasokan Chip Ludes Diborong Penambang Bitcoin, Berdampak ke Elektronik?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 15:45 WIB
Motherboards are pictured in Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Foto: Reuters
Jakarta -

Peralatan komputer mengalami lonjakan harga karena meningkatnya permintaan pada bitcoin. Pasokan chip global berkurang dan mencekik produsen, karena digunakan untuk menambang bitcoin yang didominasi oleh China.

Mengutip Reuters, Minggu (24/1/2021), perebutan ini menentukan harga penambang yang lebih kecil, mempercepat konsolidasi industri yang dapat melihat pemain berkantong tebal, hingga yang mendapat untung dari kenaikan bitcoin.

Bitcoin diperdagangkan seharga US$ 32.000 pada hari Jumat, mata uang kripto ini turun 20% dari rekor tertinggi yang dicapai dua minggu sebelumnya. Namun, masih naik 700% jika dibanding lebel terendah Maret di US$ 3.850.

"Tidak cukup chip untuk mendukung produksi rig penambangan," kata Alex Ao, Vice President Innosilicon, perancang chip dan penyedia utama peralatan pertambangan.

Penambang bitcoin menggunakan peralatan atau rig komputer yang dirancang khusus dan semakin kuat. Hal itu itu dilakukan untuk memverifikasi bitcoin dalam proses menghasilkan bitcoin baru.

Ao menuturkan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co dan Samsung Electronics Co produsen utama chip yang dirancang khusus yang digunakan dalam rig penambangan juga akan memprioritaskan pasokan ke sektor-sektor seperti elektronik konsumen yang permintaan chipnya dianggap lebih stabil.

Kekurangan chip global mengganggu produksi di seluruh rangkaian produk global, termasuk mobil, laptop, dan telepon seluler.

Lebih lanjut, keuntungan penambangan bergantung pada harga bitcoin, biaya listrik yang digunakan untuk menyalakan rig, efisiensi rig, dan berapa banyak daya komputasi yang diperlukan untuk menambang bitcoin.

Salah satu pendiri manager aset cryptocurrency Gordon Chen mengatakan, permintaan rig telah melonjak karena harga bitcoin melonjak.

"Saat harga emas melonjak, Anda membutuhkan lebih banyak sekop. Saat harga susu naik, Anda menginginkan lebih banyak sapi," katanya.

(acd/dna)