Meski Tak 'Romantis' Bangladesh Mau Impor 100.000 Ton Beras dari Myanmar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 23:00 WIB
Impor Beras
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Bangladesh akan membeli 100.000 ton beras dari Myanmar. Hal tersebut mengesampingkan hubungan kedua negara yang retak akibat krisis pengungsi Rohingya.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Minggu (24/12020), harga beras yang tinggi telah menimbulkan masalah bagi pemerintah Bangladesh. Pemerintah Bangladesh tengah berupaya meningkatkan cadangannya karena dampak banjir yang terjadi pada tahun lalu dan mengerek harga beras ke harga tertinggi.

Bangladesh yang mayoritas muslim dan Myanmar yang mayoritas Budha telah berselisih, di mana lebih 1 juta pengungsi Rohingya di kamp-kamp di Bangladesh selatan. Sebagian dari mereka telah melarikan diri dari Myanmar pada tahun 2017 dari tindakan keras pimpinan militer menurut para penyidik PBB. Meski, pernyataan itu sudah dibantah Myanmar.

Bangladesh akan mengimpor beras dalam kesepakatan antar pemerintah dengan harga S$ 485 per ton. Biaya tersebut termasuk biaya, asuransi dan pengiriman.

"Prioritas utama kami adalah menurunkan harga beras," kata Mosammat Nazmanara Khanum, sekretaris di kementerian pangan negara tersebut.

Dia menambahkan, pemerintah dapat membeli sebanyak 10 juta ton beras dari swasta. Sementara, pengusaha diizinkan membeli 10 juta ton lagi dalam setahun hingga Juni.

Lebih lanjut, kesepakatan itu akan segera ditandatangani dan beras akan dikirim pada April secara bertahap. Bangladesh juga membeli 150.000 ton beras dari perusahaan milik negara India NAFED dalam kesepakatan antar pemerintah. Negara tersebut telah mengeluarkan serangkaian tender untuk membeli biji-bijian.

"Kami dapat membeli lebih banyak beras dari India dalam kesepakatan antar negara," kata Khanum.

Ia melanjutkan, kementerian pangan sedang mengadakan pembicaraan dengan beberapa badan negara India lainnya. Untuk diketahui, Bangladesh merupakan produsen beras terbesar ketiga di dunia dengan produksi 35 juta ton per tahun di mana beras itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bangladesh juga membutuhkan impor untuk menghadapi banjir dan kekeringan.



Simak Video "Pendemo di Myanmar Kocar-kacir 'Diserbu' Gas Air Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)