Rapat Bareng DPR, Mentan Dicecar soal Kedelai hingga Daging Sapi

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 11:11 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hadir dalam rapat bersama Komisi IV DPR. Rapat itu membahas program kerja Kementan 5 tahun ke depan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi IV DPR RI hari ini menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Rapat diagendakan membahas realisasi kegiatan tahun 2020.

Berdasarkan pantauan detikcom, rapat dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan dibuka langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sudin.

"Rapat ini kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum," kata Sudin di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021).

Selain itu, rapat juga membahas refocusing dan realokasi belanja Kementerian Pertanian (Kementan) tahun anggaran 2021 sesuai Surat Menteri Keuangan nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021. Serta strategi pelaksanaan kegiatan tahun 2021.

Dalam pembukaannya, Sudin menyayangkan dua komoditas pangan yang menimbulkan polemik akhir-akhir ini yaitu masalah kedelai dan daging sapi. Dia terlihat geram utamanya dengan masalah daging sapi yang tak kunjung selesai.

"Kalau kedelai Kementerian Pertanian tidak pernah dilibatkan dalam regulasi, tetapi tugasnya adalah memproduksi kedelai apabila dananya cukup. Kedua, permasalahan daging sapi sekarang kita lihat anggaran untuk Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan (PKH) selama tiga tahun berturut-turut jumlahnya cukup besar jika dibandingkan eselon I lainnya. Namun disayangkan masalah daging tak kunjung terselesaikan," ucapnya.

Untuk itu, Sudin meminta agar Kementan mencari jalan keluar dari masalah daging sapi. Dia mau Kementan merumuskan cara mengembangkan sapi potong dan tidak hanya bergantung pada impor dari Australia.

"Bagaimana dalam mengembangkan sapi potong? Kemarin saya sudah ingatkan litbang jangan hanya mengurus benih cabai yang cuma Rp 12 miliar. Pikirkan bagaimana bisa mengembangkan kedelai, bagaimana meningkatkan produksi sapi, penggemukannya gimana, jenisnya apa. Kalau perlu bibitnya yang bagus impor. Kalau ada yang remeh-temeh saya tidak akan menyetujui karena fokus presiden adalah kedelai, daging sapi, gula dan itu tugas Anda dalam mengembangkan tebu," sebutnya.

"Masalah ini karena kita terlenanya dengan impor. Ini tugasnya Dirjen PKH jangan pakai lagu lama. Ini terjadinya kebakaran di Australia pada 2019, kemudian 2020 juga terjadi banjir," tambah Sudin saat menjelaskan alasan daging sapi mahal.

(aid/ara)