Ada Vaksin, Seberapa Cepat Pemulihan Ekonomi RI 2021?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 12:53 WIB
Dalam dua pekan pertama sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin setidaknya melakukan lima terobosan berarti terkait penanganan Covid-19 dan program vaksinasi.
Foto: ANTARA FOTO
Jakarta -

Kementerian Keuangan melihat pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terasa sejak kuartal III-2020. Untuk itu, Kemenkeu optimistis ekonomi Indonesia di 2021 akan lebih baik dari 2020.

Sayangnya, Kemenkeu belum bisa memastikan kapan waktu pastinya Indonesia benar-benar pulih dari pandemi COVID-19. Bahkan, untuk kuartal I-2021 ini diprediksi masih akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.

"Perekonomian kita di kuartal pertama (2021) mungkin masih akan menghadapi tantangan, tetapi perbaikan itu sudah kita lihat dari sejak 2020 kuartal ketiga itu sudah membaik, lalu kuartal keempat juga semakin membaik," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu dalam webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

Untuk proyeksi pertumbuhan ekonominya, pemerintah masih sejalan dengan proyeksi para lembaga Internasional. Beberapa lembaga internasional yang sudah merilis proyeksinya, menyebut pertumbuhan ekonomi RI bakal tumbuh di kisaran 4%.

Menurut IMF, ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,8% pada 2021 dan 6% pada tahun 2022, sedangkan Bank Dunia lebih rendah sedikit yakni sebesar 4,4% di 2021. Setidaknya proyeksi itu lebih positif dibanding 2020.

"Proyeksi dari pemerintah ini juga sejalan dari berbagai lembaga bilateral dunia, seperti ADB, AMF, World Bank dan OECD, memang bervariasi tapi ini menuju arah yang sangat positif dibandingkan dengan 2020," katanya.

Menurut Febrio faktor penentu keberhasilan pemulihan ekonomi nasional adalah dari program vaksinasinya. Dukungan dari masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19 dianggap penting demi kelancaran program ini. Semakin lancar program vaksinasi berjalan semakin cepat mobilitas ekonomi masyarakat kembali normal.

"Vaksinasi ini memang memberikan sentimen positif dan harapannya nanti hasilnya juga riil, bisa menaikkan aktifitas ekonomi masyarakat khususnya korporasi supaya bisa meng-hire tenaga kerja kita yang sempat di-layoff di 2020," imbuhnya

"Program vaksinasi ini harus berjalan dengan efektif dan kita harus tetap melakukan disiplin 3M dan 3T itu. Jadi walaupun vaksinasinya sudah mulai berjalan tetap kasus COVID-19 harus dikelola dengan baik sehingga tidak lagi mengakibatkan pembatasan-pembatasan yang kita tahu pembatasan mobilitas itu dampaknya adalah pengurangan dari aktifitas ekonomi," sambungnya.

(eds/eds)